
Rabu, 24 Agustus 2011
Telur Terkecil di Dunia

Rabu, 17 Agustus 2011
Inilah Sosok Yang Menghuni Pakaian Kita

Senin, 15 Agustus 2011
INILAH GAJAH YANG MERASA DIRINYA JERAPAH

Mayat Pria iNI Bangkit Saat di Rumah Berkabung

Sabtu, 13 Agustus 2011
Gadis Ini Sambung Lidah Demi Aksen Korea Sempurna

Kamis, 11 Agustus 2011
UFO & Markas Alien Ditemukan di Antartika?

Terekam Kamera, Wajah Menyeramkan di Langit

Senin, 08 Agustus 2011
Aneh,,,Gadis Ini 'Hamil' Setelah Makan

bacaan-menarik.blogspot.com**Setelah makan, gadis ini merasa malu. Sebab perutnya membuncit seperti orang hamil dan kempes beberapa jam kemudian. Kok bisa?
Kerri Dowdswall (23) terpaksa mengenakan celana hamil setiap hendak makan. Sebab, perutnya selalu membuncit sehingga banyak orang mengira ia sedang mengandung.
“Memalukan sekali. Saya memperhatikan apa yang saya makan dan olahraga teratur. Saya merasa tersiksa melihat perut saya seperti mau meletus,” ujarnya, seperti diberitakan The West.
Lihat saja foto di atas, yang diambil beberapa saat setelah ia makan sepotong kecil pie cherry. Beberapa jam kemudian, perutnya kempes. Dokter saja heran dan tak mengerti dengan kondisinya itu.
“Beberapa kali orang bertanya, kapan saya akan melahirkan. Biasanya saya harus menjelaskan, bahwa ‘bayi’ ini hanya makan malam saya. Jika keluar untuk makan, saya terpaksa mengenakan pakaian longgar,” lanjutnya.
Kondisi aneh ini bertambah parah saat Kerri beranjak dewasa. Mulanya, dokter mengira ia mengalami reaksi akibat zat tertentu. Meski dilarang mengkonsumsi segala produk gandum, ia tetap saja membengkak.
Kerri menjalani sejumlah uji alergi dan intoleransi makanan. Bahkan berbagai metode untuk mengeliminasi kelompok makanan tertentu. Seluruh hasil uji itu, tentu saja, negatif. Ia tak mengalami alergi apapun.
Gadis ini juga tak mengerti pola makan atau makanan seperti apa yang membuat perutnya membesar. Sebab selama ini, tak tentu. “Kadang terjadi saat saya makan besar. Kadang karena sepotong biskuit atau buah saja,” ujar Kerri.
“Kadang langsung membesar sekitar 15 menit setelah pertama makan. Tapi bisa juga berjam-jam kemudian dan butuh waktu berjam-jam lagi untuk kempes. Tak selalu terjadi saat saya makan tapi beberapa kali selama sepekan,” tandasnya
Rumah tertipis di dunia

bacaan-menarik.blogspot.com** Bangun rumah tak perlu lahan luas. Tinggal selipkan desain rumah tipis ini di antara gedung. Lebarnya hanya satu setengah meter.
Mungkin ini adalah rumah tertipis di dunia. Desainer sekaligus arsitek James Szczesny dari Centrala design studio, Polandia adalah penciptanya. Ukuran lebar rumah buatannya itu hanya 1,52 meter, dan panjangnya 12 meter.
Rumah ini didesain dua lantai namun serba minimalis. Bentuknya memanjang ke belakang dan ke atas. Total luasnya hanya 14,5 meter persegi. Walaupun demikian di dalamnya sudah tersedia sarana lengkap yakni kamar tidur, dapur, ruang kerja, dan kamar mandi mini.
Desain tempat tinggal ini cocok untuk orang yang tinggal di ibukota. Walau kelihatannya tipis, tapi, seperti diberitakan Realtybiznews,rumah unik ini dibangun dengan biaya Rp450 juta.
Sabtu, 06 Agustus 2011
Perempuan Tak Bersidik Jari ?

Bacaan-Menarik.blogspot.com * Ada penyakit langka yang penderitanya tidak punya sidik jari. Penyebabnya?
Tahukah Anda, bahwa ternyata ada orang yang tidak memiliki sidik jari? Pada 2007, seorang perempuan Swiss tidak bisa masuk ke Amerika Serikat, karena saat harus scan jari tangan, petugas bandara tidak bisa mendeteksi sidik jarinya.
Dikutip dari Sciencemag,Eli Sprecher, ahli dermatologi di Sourasky Medical Center, Tel Aviv, Israel, mengatakan kondisi ini disebutadermatoglyphia. Penderita penyakit ini punya jemari mulus dan telapak tangannya jarang berkeringat jika dibandingkan dengan orang pada umumnya.
Setelah diteliti, ternyata sembilan orang di keluarga perempuan ini juga berkondisi sama. Sprecher menduga hal ini adalah penyakit turunan. Jadi ia mengumpulkan DNA keluarga tersebut.
Ia pun menemukan bahwa ada kelainan genetik pada protein gen SMARCAD1. Gen ini diduga mengakibatkan terjadinya mutasi.
Hasil temuannya itu dilaporkan di The American Journal of Human Genetics. Namun saat ini Sprecher masih harus mencari tahu fungsi gen SMARCAD1,dan apa perannya terhadap pembentukan sidik jari
Minggu, 08 Mei 2011
Gadis Ini Tidak Sikat Gigi Selama 10 Tahun
Sudah menjadi hal yang lumrah jika rutinitas tersebut dijadikan tradisi bagi sebagian besar manusia yang tinggal di Bumi. Namun, tidak bagi Ji Hyun Ji. Gadis berdarah Korea ini mengaku tidak menyikat giginya dalam satu dekade terakhir.
"Saya tidak mengerti mengapa orang harus menyikat gigi, karena tidak semua orang akan melihat isi mulut Anda," kata Ji Hyun Ji, yang dikutip VIVAnews dari Straits Times, Minggu 10 April 2011.
"Tumpukan sisa makanan yang ada di mulut justru melindungi gigi saya," tandas gadis yang dikenal dengan panggilan 'Cutey Yellowish'.
Memang, kadang-kadang kebiasaan khusus seseorang bisa mengejutkan banyak orang. Ji Hyun Ji salah satunya. Kebiasaannya yang bertolak belakang dengan banyak orang membuat dia jadi bahan pembicaraan.
Kabar ini mendorong Martian Virus, salah satu program TV di Korea, memboyongnya ke studio. Program TV yang biasa disiarkan oleh TvN ini memang kerap mendatangkan orang-orang yang memiliki kebiasaan atau karakteristik yang aneh dan unik, namun orang yang bersangkutan justru bangga.
Di acara tersebut, Ji Hyun Ji akan diperkenalkan sebagai seorang gadis yang rupawan namun memiliki kebiasaan yang tidak secantik luarnya. Dia telah mengakui bahwa terakhir kali ia menyikat gigi adalah 10 tahun yang lalu, di mana ketika itu ibunya yang menggosokkan gigi untuknya.
Meski Ji telah lupa bagaimana cara menyikat gigi, program tersebut akan mencoba membujuk Ji untuk mau melakukannya lagi. Demikian dikatakan produser Martian Virus, Lee Geun Chan. Selama ini, Ji Hyun Ji hanya mau membersihkan gigi depannya saja. Itu pun hanya dalam waktu-waktu tertentu.
Jumat, 08 Oktober 2010
Ditemukan, Pemukiman Kuno Tertinggi di Dunia

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta- Pemukiman tertua di dunia yang berada di ketinggian ditemukan di Papua New Guinea. Masyarakat kuno tersebut diperkirakan hidup 49 ribu tahun lalu.
Ilmuwan dari University of Queensland berhasil menggali sisa perangkat di enam perkemahan berupa alat batu, sisa pembakaran dan makanan di wilayah Kokoda, ujar salah satu anggota tim, Andrew Fairbairn.
â€Å“Ini tidak seperti desa atau apapun. Wilayah ini digunakan sebagai perkemahan dan sering digunakan.â€
Fairbairn mengatakan bahwa tempat itu berada di ketinggian 2 ribu meter dan dipercaya sebagai bukti tertua dari lingkungan manusia kuno, homo sapines di ketinggian.
Penemuan dengan ketinggian hampir mirip ditemukan di Tibet berasal dari 30 ribu tahun lalu. Ada juga yang berada di dataran tinggi Ethiopia dengan tipe umur yang hampir sama.
Fairbairn mengatakan bahwa dirinya kaget atas penemuan yang menggunakan proses penanggalan karbon tersebut.
Ini dikarenakan adanya kemungkinan manusia hidup di lingkungan sangat dingin, lembab dan sangat tidak kondusif di masa puncak Zaman Es.
Temuan yang dipublikasikan di jurnal Science ini menunjukkan bahwa makhluk prasejarah dataran tinggi Papua New Guine di lembah Ivane tersebut membuat alat batu, memburu binatang kecil dan makan ubi dan kacang-kacangan.
Tapi mengapa mereka memilih tinggal di kondisi yang keras di dataran tinggi dengan suhu berada di bawah titik beku masih menjadi misteri.
"Pegunungan Papua New Guinea telah lama memberikan kejutan bagi komunitas ilmiah. Tidak hanya itu, mungkin mereka adalah homo sapiens pendaki gunung paling awal," kata Fairbairn[decrease] Bahasa Tak Terdokumentasi Ditemukan di India

(IST)
INILAH.COM, Washington- Bahasa tersembunyi yang digunakan oleh hanya sekitar 1.000 orang ditemukan di timur laut India. Peneliti menemukan kosa kata yang sama sekali berbeda.
Aka merupakan komunitas suku yang condong bertahan hidup dengan bertani dan berburu. Peneliti menemukan kosa kata yang sama sekali berbeda dari struktur linguistik. Bahkan, penduduk yang menggunakan bahasa ini, disebut sebagai Koro, tidak menyadari soal bahasa yang berbeda tersebut, kata pakar linguistik K. David Harrison.
Dalam lingkup budaya, pengguna bahasa Koro merupakan bagian dari komunitas Aka di Arunachal Pradesh, India. Menurut asosiasi profesor lingustik di Swarthmore College, Harrison, kedua kelompok ini memiliki dialek yang mirip di bahasa Aka.
Namun, ilmuwan yang mempelajari kelompok ini menemukan bahwa mereka menggunakan bahasa yang berbeda untuk menggambarkan bagian tubuh, angka dan konsep lain. Hal ini menunjukkan Koro sebagai bahasa yang berbeda.
â€Å“Koro memiliki cukup banyak perbedaan dari bahasa Aka,†kata Greogy Anderson, direktur Living Tongues Institute for Endangered Languages.
â€Å“Saat kami berpikir bahwa ini merupakan dialek Aka, muncul kemungkinan bahasa lain.â€
Masyarakat budaya Aka hidup di desa kecil wilayah perbatasan China, Tibet dan Myanmar. Mereka berburu, bertani dan mengumpulkan kayu bakar di hutan.
Selain itu, penduduk ini cenderung memakai pakaian dengan hiasan kain tenun di tangan dan menyukai warna merah.
Di sisi lain bahasa mereka tidak diketaui secara pasti meskipun dicatat pertama kali pada abad ke 19.
Banyak bahasa di seluruh dunia yang terancam musnah karena anak muda lebih memilih menggunakan bahasa dominan di wilayah merekaSenin, 06 September 2010
Evolusi Langka, Kadal Bisa Melahirkan??

(IST)
INILAH.COM, Jakarta- Ilmuwan menangkap fenomena evolusi langka di mana kadal Australia tidak lagi bertelur, tapi melahirkan anak-anaknya.
Kadal sejenis Skink, mirip ular dengan empat kaki kecil, biasanya bertelur di sepanjang pantai New South Wales.
Namun, kadal kuning berkuku tiga yang hidup di daerah pegunungan dingin melahirkan keturunan seperti mamalia.
Hanya ada dua jenis reptil modern yang menggunakan kedua jenis metode reproduksi yakni Skink spesies lain dan kadal Eropa.
Seperlima jumlah ular dan kadal melahirkan untuk menghadirkan organisme baru. Sejarah menunjukkan hampir seratus jumlah garis keturunan reptil telah berubah dari bertelur menjadi melahirkan di masa lalu.
Salah satu penulis studi James Stewart, ahli biologi di East Tennessee State University, Amerika mengatakan bahwa penemuan itu merupakan kesempatan langka.
"Dengan mempelajari perbedaan antara populasi yang berbeda dalam tahapan proses ini, Anda bisa mulai mengumpulkan apa yang tampak seperti transisi dari satu gaya kelahiran ke proses yang berbeda,” kata James.
Stewart mengatakan transformasi dapat dikaitkan dengan bagaimana bayi mendapatkan makanan. Tidak hanya itu, ini bisa menjadi cara untuk melindungi reptil muda di iklim yang lebih keras. Bayi mamalia makan melalui plasenta yang menghubungkan janin ke dinding ovarium.
Penemuan Stewart dan rekan-rekannya ini untuk menyelidiki masalah gizi dalam struktur dan unsur kimia pada uterus kadal Australia.
“Sekarang kita dapat melihat bahwa rahim kadal dapat mengeluarkan kalsium yang dimasukkan ke embrio. Ini pada dasarnya merupakan tahap awal evolusi plasenta pada reptil.”
Meskipun begitu, menurut Stewart, perubahan proses kelahiran pada reptil merupakan hal yang biasa, mengingat dalam sejarah evolusi ini cukup umum dan relatif mudahRabu, 18 Agustus 2010
Wow, Ditemukan Scotch Berusia Satu Abad! di antartika??

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – Peti kayu berisi wiski Scotch berusia satu abad ditemukan di es Antartika. Meskipun begitu, minuman keras ini tidak akan dicicipi karena sangat bernilai sejarah.
Peti tersebut ditemukan di Antartika oleh Sir Ernest Shackleton pada tahun 2006 dan telah dicairkan secara bertahap selama beberapa minggu terakhir di Museum Canterbury, Selandia Baru. Sebelas botol wiski Scotch Mackinlay dibungkus dalam kertas dan jerami agar terlindung dari kerasnya perjalanan Antartika dalam ekspedisi Shackleton Nimrod 1907.
Peti tersebut telah membeku saat ditemukan awal tahun ini meskipun wiski di dalamnya masih tampak cair di dalam botol.
Suhu Antartika saat itu minus 5 derajat Celcius sehingga tidak cukup untuk membekukan minuman keras. Benda ini diperkirakan berasal dari tahun 1896 atau 1897 karena masih dalam kondisi yang bagus.
Scotch ini tidak akan bisa dicicipi, namun pencampur akan memeriksa sampel untuk melihat apakah bisa meniru minuman itu. Resep asli Scotch tersebut telah musnah.
Pecinta wiski Michael Milne, seorang Skotlandia yang memiliki toko Whisky Galore Liquor di Christchurch, menggambarkan peristiwa langka ini sebagai pengalaman besar.
”Saya hanya melihat peti ini dan jujur, detak jantung saya naik sekitar tiga kali lipat. Sungguh menakjubkan,” kata Milne.
Nigel Watson, direktur eksekutif Heritage Trust di Antartika yang memulihkan pondok penjelajah itu mengatakan bahwa proses membuka peti ini sangatlah rumit. Beberapa sampel diambil dengan menggunakan jarum suntik melalui sumbat gabus botol.Senin, 16 Agustus 2010
BATU bisa berjalan sendiri??????

(IST)
INILAH.COM, Jakarta - Di dataran yang kering, batu-batu besar dan kecil meluncur dengan sendirinya. Tak ada yang pernah melihat batu itu bergerak. Hanya jejak-jejak di atas permukaan tanah—jadi satu-satunya bukti– yang menunjukkan bahwa mereka benar-benar bergerak.
Fenomena itu bukan dari planet alien, tapi terjadi di sebuah lokasi di Bumi. Tepatnya di Racetrack Playa di Taman Nasional Death Valley, California.
Pergerakan batu itu masih jadi misteri bagi kalangan ilmuwan yang menelitinya sejak tahun 1940-an.
Ada dua teori utama mengenai penyebab fenomena ini. Yang pertama mengatakan, penyebabnya adalah lapisan es tipis di atas permukaan tanah. Lainnya, yakin penyebabnya kelembaban dan angin.
Seperti dimuat situs Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), 17 mahasiswa dan lulusan Lunar and Planetary Sciences Academy (LPSA) NASA’s Goddard Space Flight Center di Greenbelt baru-baru ini mengunjungi lokasi itu, untuk menginvestigasi bagaimana batu-batu itu bergerak melintasi dataran yang nyaris kosong.
Beberapa batu diyakini bergerak secepat orang berjalan. Tapi, tak ada satupun pernah melihat batu-batu itu bergerak. Para ilmuwan juga belum menyimpulkan, apa sebenarnya yang membuat bebatuan bergerak.
Spekulasi yang beredar, karena dipindahkan hewan, pengaruh gravitasi, atau gempa bumi dengan cepat diabaikan, memberi ruang belajar dan spekulasi.
“Ketika melihat batu dan jejaknya yang menakjubkan, Anda akan memasuki ruang berisi ide tentang apa yang sebenarnya terjadi,” kata Mindy Krzykowski, magang dari Universitas Alaska di Fairbanks.
Tim dibagi lima masing-masing dipimpin seorang ilmuwan Goddard. Tugas mereka, mengumpulkan data, koordinat GPS dari masing-masing batu dan memotonya.
Mereka menggali sensor kecil yang disebut Hygrochrons, yang atas seizin pihak Taman Nasional, telah terkubur tiga bulan sebelumnya. Sensor itu menangkap data suhu dan kelembaban.
Tim juga menandai batas jejak dengan paku payung, masuk ke celah-celah tanah liat untuk mengukur panjang, lebar, dan dalamnya. Mereka membenarkan pengamatan sebelumnya bahwa beberapa batu besar bergerak lebih jauh dari yang kecil.
“Apa yang terjadi di Racetrack Playa begitu rumit. Tidak segera diketahui, data apa yang sebenarnya relevan,” kata Brian Jackson, salah satu pemimpin tim.
Dia dan koleganya telah mempelajari Racetrack Playa sejak tahun 2006 dan baru-baru ini menerbitkan sebuah laporan yang membandingkan situs itu dengan danau kering di satelit Saturnus, Titan.
Sempat muncul spekulasi bahwa apa yang terjadi di Racetrack Playa memiliki unsur yang membantu mereka bergerak.
Namun, batu-batu tersebut hanya batu dolomit gelap yang kebetulan ada di daerah dataran tinggi. “Batuan dolomit relatif umum. Justru lokasi di mana batu-batu itu ada yang membuat mereka spesial,” tambah Jackson.

__THISRES__224092.jpg)











