Tampilkan postingan dengan label purbakala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label purbakala. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2011

Buaya Terbesar Dunia Tertangkap di Filipina

0 komentar

Headline
Bacaan-Menarik,Filipina - Seekor buaya yang menjadi buaya terbesar dunia berhasil ditangkap di Filipina. Menyeramkannya, buaya ini diduga kuat telah memangsa seorang nelayan.
Buaya seberat satu ton yang diyakini telah memangsa satu nelayan ini berhasil menyita perhatian banyak orang. Sepanjang 6,4 meter, makhluk masif ini menjadi buaya terbesar dunia yang berhasil ditangkap hidup-hidup.
Buaya ini berhasil ditangkap setelah tiga pekan perburuan oleh warga setempat yang hidup dalam ketakutan selama lebih dari 20 tahun. “Hewan buas ini harus diatasi karena mengancam warga dan hewan ternak. Bahkan, buaya ini mampu menelan tiga orang sekaligus, “ ujar walikota setempat Edwin Elorde.
Meski telah menelan korban, buaya ini seolah ditakdirkan menjadi bintang. Kini, buaya ini dimanfaatkan menjadi bintang penarik turis yang dibuat di Agusan, Filipina. Berikut videonya seperti dimuat Dailymail.
Read More..

Senin, 29 Agustus 2011

Fosil Mirip Tikus Bisa Ungkap Evolusi Manusia

0 komentar

BACAAN MENARIK , China - Para ilmuwan di Cina menemukan fosil hewan sejenis tikus, yang dianggap bakal mengungkap sejarah evolusi mamalia, temasuk manusia. Fosil itu berasal dari makhluk yang diyakini hidup sekitar 160 juta tahun yang lalu.

Fosil dari makhluk yang dinamakan Juramaia sinensis ini merupakan fosil tertua yang pernah ditemukan dari kelompok hewan yang disebuteutheria, atau mamalia plasental. Kelompok hewan mamalia plasental ini memiliki ciri melahirkan, di antaranya seperti sapi, tikus, singa, macan, anjing, paus, dan primata.

Mamalia berbulu yang fosilnya ditemukan di provinsi Liaoning ini diperkirakan tinggal di timur laut Cina selama era Jurasik. Ini merupakan era ketika dinosaurus masih menguasai Bumi.

Dr. Zhe-Xi Luo, paleontologis dari Carnegie Museum of Natural History di Pittsburgh, Amerika Serikat, mengatakan: "Juramaia, dari 160 juta tahun lalu merupakan nenek-moyang atau 'bibi-moyang' semua mamalia plasenta yang berkembang hari ini,” ujarnya.
Zhe-Xi Luo kemudian menjelaskan, hasil analisis kerangka fosil menunjukkan hewan ini adalah makhluk tangkas dengan kemampuan memanjat yang sangat kuat.

Gambaran fosil tersebut, menurut para peneliti merupakan tonggak sejarah baru dalam evolusi mamalia yang mencapai 35 juta tahun.

Nama Juramaia sinensis memiliki arti 'Induk Jurasik dari Cina'. Fosil ini sendiri memiliki tengkorak yang tidak lengkap, sebagian kerangka, dan jaringan lunak sisa, seperti rambut. Juramaia juga memiliki gigi yang lengkap. Para ahli paleonantropologi memperkirakan fosil ini lebih dekat dengan makhluk marsupial berkantung, seperti kanguru.

"Memahami titik awal placentals merupakan isu penting dalam studi semua evolusi mamalia," kata Zhe-Xi Luo.

Waktu perubahan evolusi--saat spesies leluhur terbagi menjadi dua garis keturunan keturunan--merupakan salah satu informasi terpenting yang bisa dimiliki seorang peneliti evolusi.

Sebelum penemuan Juramaia, titik perbedaan makhluk jenis eutheria dari metatherians menimbulkan kesulitan bagi para sejarawan evolusi. Bukti dari eutheria DNA menyarankan, seharusnya muncul lebih awal dalam catatan fosil--sekitar 160 juta tahun lalu. Namun, eutheria tertua adalah Eomaia, yang hidup 125 juta tahun lalu.

Juramaia juga mengungkapkan fitur adaptif yang mungkin telah membantu para pendatang baru eutheria untuk bertahan hidup di lingkungan Jurasik. Juramaia menggunakan tungkai depan untuk memanjat dan mampu menyesuaikan dengan cara hidup Jurasik.

"Perbedaan mamalia eutheria dari marsupial akhirnya menyebabkan kelahiran plasenta dan reproduksi yang sangat penting bagi keberhasilan evolusi placentals.” ungkap Dr. Luo. "Tapi itu adalah adaptasi awal mereka untuk mengeksploitasi tempat pada pohon yang membuka jalan mereka menuju kesuksesan evolusi ini."
Read More..

Kamis, 18 Agustus 2011

Ilmuwan Temukan 'Fosil Hidup' Belut Era Dinosaurus

0 komentar

Headline
BACAAN-MENARIK.BLOGSPOT.COM__ Ilmuwan berhasil menemukan spesies belut baru. Saking tuanya, belut ini tetap memiliki karakteristik dari era dinosaurus dan mendapat label ‘fosil hidup’. Seperti apa?
Belut ini ditemukan di gua bawah Laut Pasifik di Republic of Palau yang terletak di 804 km timur Filipina. Belut coklat kemerahan ini memiliki panjang 4,3 cm serta banyak tanda primitif belut dari era Mezozoic (200 juta tahun silam) ditemukan pada belut ini.
Belut ini diberi nama Protoanguilla Palau yang artinya ‘belut pertama’ dan menjadi satu-satunya contoh keluarga taxonomic terbaru, Protoanguillidae. Belut ini ditemukan tim dari Natural History Museum and Institute di Chiba, Jepang, yang dipimpin Masaki Miya.
Temuan yang diterbitkan di jurnal Inggris Proceedings of the Royal Society B ini mengungkap, sebanyak delapan specimen belut ini dikumpulkan menggunakan jala dan lampu untuk uji DNA guna memastikan hewan ini benar masuk keluarga belut.
"Belut ini tampak aneh dan membuat para ilmuwan sulit mengidentifikasinya sebagai bagian belut pada pandangan pertama,” ujar Miya seperti dikutip Dailymail.
Read More..

Sabtu, 13 Agustus 2011

Fosil Burung Purba Raksasa Ditemukan di Kazakhstan

0 komentar

Headline
BACAAN-MENARIK.BLOGSPOT.COM***Ilmuwan menemukan fosil rahang burung Phoenix raksasa. Burung ini diperkirakan terbesar yang pernah hidup di bumi.
Fosil rahang burung raksasa ditemukan di Kazakhstan. Namanya Samrukia nessovi, diambil dari Samruk, nama burung Phoenix dari kisah mitologi Kazakhstan. Samrukia nessovi diperkirakan hidup di masa Cretaceous, yakni 85 juta tahun lalu.
Dilihat dari ukuran rahangnya, diperkirakan panjang tengkoraknya sekitar 30 cm, dan bobot totalnya 50 kg. Jika ia tidak terbang, maka tingginya sekitar 2–3 meter, dan jika terbang maka lebar sayapnya sekitar empat meter.
Ini adalah temuan kedua setelah fosil sejenis, yaitu Gargantuavis philoinos, ditemukan di Prancis pada 1995. Burung itu kisaran ukurannya hanya sebesar burung gagak. Sehingga Dr. Darren Naish dari Universitas Portsmouth mengatakan temuan kedua ini berukuran lebih besar.
“Sejak 1850, kita hanya mengetahui pada masa itu spesies burung hanya seukuran gagak. Sekarang kita lebih yakin bahwa di masa Mesozoic, ada burung yang ukurannya lebih besar,” ujar Dr. Naish seperti dikutip dari Metro
Read More..

Senin, 08 Agustus 2011

Ahli Temukan Terowongan Zaman Batu ke Neraka

0 komentar

Headline

bacaan-menarik.blogspot.com** Sebuah buku mengklaim, manusia zaman batu membuat jaringan masif terowongan bawah tanah Skotlandia-Turki. Bahkan, kabarnya, terowongan berujung di neraka.

Arkeolog Jerman Dr Heinrich Kusch mengatakan, bukti terowongan ini ditemukan di bawah ratusan pemukiman Neolothic di seluruh Eropa. Dalam buku Secrets Of The Underground Door To An Ancient World, ia mengklaim jaringan terowongan asli pasti sangat besar.

“Di Bavaria, Jerman, saja ada 700 meter jaringan terowongan bawah tanah. Di Styria, Austria, terdapat 350 meter terowongan ini,” ungkapnya.

Di seluruh Eropa, ditemukan ribuan meter terowongan dari utara Skotlandia hingga Mediterania.

“Kebanyakan terowongan ini tak lebih besar dari lubang cacing dengan lebar 70 cm yang cukup untuk satu orang,” katanya.

Beberapa ahli yakin seperti dilaporkan Dailymail, jaringan ini menjadi cara berlindung orang zaman batu dari predator.

Sementara lainnya, yakin terowongan ini digunakan sebagai jalan untuk bepergian dengan aman meski sedang terjadi perang atau kekerasan bahkan cuaca. Selain itu, buku tersebut mencatat, dalam beberapa kitab, terowongan ini dikabarkan menghubungkan ke gerbang neraka.

Read More..

Ilmuwan Temukan Primata Kuno di Uganda

0 komentar

Headline

bacaan-menarik.blogspot.com-Peneliti Prancis mengaku berhasil menemukan fosil tengkorak yang berada dalam kondisi baik di Uganda. Fosil ini diperkirakan berusia 20 juta tahun.

Fosil ini ditemukan di situs gunung api punah di negara terpencil di timur laut wilayah Karamoja, salah satu area berkembang di Uganda. Menurut laporan BBC, peneliti mengatakan, tengkorak herbivora pemanjat pohon ini seukuran simpanse.

Bedanya, primata ini memiliki ukuran otak yang lebih kecil. Palaentolog Martin PickFord dari College de France di Paris bersama Brigitte Senut dari French National Museum of Natural History mengatakan, tengkorak ini berasal dari makhluk yang dijuluki Ugandapithecus.

“Fosil ini sangat penting dan menempatkan Uganda dalam peta dunia sains,” ujarnya.

Senut mengatakan, sisa-sisa yang ada akan dibawa ke Paris untuk diberi sinar-x dan didokumentasikan kemudian dibawa kembali ke Uganda.

“Fosil ini akan dibersihkan di Prancis dan kemudian setelah setahun, fosil ini akan dikembalikan,” ujarnya seperti ditulis BBC.

Read More..

Jumat, 22 April 2011

Ditemukan, Dinosaurus Tertua yang Sakit Gigi

0 komentar
VIVAnews - Seekor reptil yang hidup sekitar 275 juta tahun lalu di Oklahoma diperkirakan menjadi dinosaurus pertama yang mengalami cenat-cenut di mulutnya. Temuan ini memecahkan rekor milik seekor vertebrata darat lain (berasal dari 75 juta tahun lalu) yang juga punya masalah gigi.


“Temuan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan kita seputar penyakit gigi, tetapi juga mengungkapkan kelebihan dan kekurangan yang dihadapi makhluk tertentu saat gigi mereka berkembang untuk memakan baik daging ataupun tanaman,” kata Robert Reisz, peneliti dari University of Toronto Mississauga, Kanada, seperti dikutip dari LiveScience, 21 April 2011.

Sama seperti manusia, kata Reisz, temuan ini meningkatkan peluang terjadinya infeksi mulut pada dinosaurus. Selain itu, ada juga potensi untuk mengetahui penyebab kematian hewan tersebut.

“Muncul pertanyaan, apakah dinosaurus ini mati karena infeksi?,” kata Reisz. “Saat ini kita belum bisa memastikan. Akan tetapi, kemungkinan infeksi merupakan salah satu faktor yang berkontribusi,” ucapnya.

Sebagai contoh, kata Reisz, sakit gigi seperti itu bisa mempersulit hewan untuk makan. “Dan jika Anda adalah seorang yang sangat tua seperti reptil ini, Anda sangat berpotensi untuk menjadi lemah dan kemudian disantap oleh predator lain,” ucapnya.

Adapun reptil yang dimaksud adalah Labidosaurus hamatus, dinosaurus yang hidup di kawasan Amerika Utara. Saat ditemukan, reisz dan rekan-rekannya mendapati bahwa ada gigi yang hilang serta terjadi kerusakan di tulang rahang hewan itu.

Dari ukurannya, diperkirakan hewan ini merupakan hewan yang sudah cukup tua untuk ukuran spesiesnya.

Setelah mengamati tulang tersebut dengan CT scan, tim peneliti menemukan bukti adanya infeksi parah yang menyebabkan hilangnya gigi, menyebabkan abses, dan kehilangan jaringan di tulang rahang.

“Tampaknya gigi hewan ini patah dan berhubung tidak tumbuh gigi pengganti, maka terjadi lubang,” kata Reisz. “Lewat lubang ini, bakteri mulut kemungkinan memasuki rahang dan kemudian merusaknya,” ucapnya
Read More..
 
Copyright 2011 @ Bacaan Menarik!
Design by Wordpress Manual | Bloggerized by Free Blogger Template and Blog Teacher | Powered by Blogger