Tampilkan postingan dengan label artefak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artefak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 November 2010

Situs Romawi Kuno di Bawah Hotel Mewah London

0 komentar
Mangkuk dari zaman Romawi (media.charlotteobserver.com)

VIVAnews - Sebuah situs arkeologi zaman kebesaran Romawi ditemukan di bawah tanah, terkubur di kawasan sebuah hotel mewah di kota London, Inggris. Situs arkeologi menakjubkan ini mengungkap sejarah baru Romawi Inggris.

Seperti dilansir Daily Mail, 17 November 2010, situs bersejarah itu ditemukan di Syon Park, sebelah barat London, saat sedang penggalian perluasan areal hotel yang dibangun Waldorf-Astoria di lokasi yang dilindungi.

Temuan-temuan menakjubkan itu hanya berada sekitar setengah meter di bawah permukaan. Diduga kuat ini adalah permukiman Romawi Inggris pada akhir zaman perunggu atau 1000 sampai 700 sebelum Masehi.

Barang-barang yang ditemukan antara lain 11.500 tembikar, 100 koin dan perhiasan, dan peralatan yang diduga untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya itu, arkeolog juga menemukan jenazah manusia Romawi.

"Kami sangat beruntung menemukan repertoar yang komprehensif dari zaman Romawi yang begitu dekat dengan permukaan. Temuan-temuan ini banyak memberikan informasi kepada kami tentang bagaimana warga di permukiman Romawi ini hidup, bekerja dan mati," kata Jo Lyon, seorang arkeolog senior dari Museum Arkeologi London.

Permukiman Romawi Inggris di Syon Park ini memberikan wawasan baru dan pengetahuan yang sangat langka, terutama tentang kehidupan sehari-hari sebuah desa pertanian di pinggiran Londinium (London). Pada masanya, desa ini diperkirakan memasok segala kebutuhan kota Romawi dan menyediakan tempat penampungan bagi wisatawan yang melintas.

Duke of Northumberland, yang keluarganya telah tinggal di Syon Park selama lebih dari 400 tahun, mengatakan, Syon Park memiliki sejarah yang kaya dan luar biasa.

"Temuan Roma ini merupakan tambahan informasi yang luar biasa. Ini merupakan warisan semakin memperjelas bahwa Syon Park merupakan tonggak penting dalam sejarah Inggris kuno," kata Duke of Northumberland.
Read More..

Jumat, 08 Oktober 2010

Ditemukan, Kapel Kuno Dewa Indo-Iran

0 komentar



(heritage-key.com)

INILAH.COM, Jakarta – Arkeolog berhasil menemukan sisa-sisa kuil dewa Indo-Iran, Mithras. Kapel persegi ini merupakan tempat berkumpulnya orang untuk perjamuan dan pengorbanan.

Kapel ini diperkirakan berasal dari abad ketiga sebelum masehi. Lukisan dewa yang terdapat pada kapel ini rusak akibat dirusak oleh umat Kristen pada waktu itu. Artefak yang ditemukan antara lain, lampu minyak, pecahan chandelier berisi figur Nubian Terracota dan 200 koin.

Selain itu, banyak terdapat tulang ayam di dalam kapel itu, diduga tulang-tulang ayam berasal dari sesajen yang dipersembahkan untuk Mithras. Diperkirakan pemujaan Mithras ini dibawa oleh prajurit Roma yang datang dari timur pada akhir abad pertama sebelum masehi.

Mithraisme merupakan agama khusus para pria, awalnya hanya untuk para kaum elit, namun kemudian menyebar dengan cepat di semua kalangan. Kebanyakan kuil Mithras ditemukan di perbatasan Kerajaan Roma.

Seiring munculnya Kristenisasi, Mithras mendapat perlawan keras. Pada 392, Mithraisme dilarang oleh Raja Theodosius.
Read More..

Ditemukan, Kota Asli Bangsa Arya

0 komentar



(IST)

INILAH.COM, Jakarta – Arkeolog berhasil menemukan kota yang diyakini tempat asli ras Arya di mana simbol swastika diadopsi Nazi pada 1930. Tempat ini sangat berpotensi bisa menyaingi Yunani.

Arkeolog mengidentifikasi 20 pemukiman berbentuk spiral yang diperkirakan dibangun empat ribu tahun lalu setelah Piramida Agung Mesir.

Bangunan pada kota tersebut diyakini ditempati oleh ras asli Arya di mana simbol swastika mereka diadopsi Nazi pada 1930.

Sejarawan TV, Bettany Hughes menjelajah bagian terpencil perbatasan Kazakhstan itu pada program BBC Radio musim panas ini, lapor Daily Mail.

“Tempat ini sangat berpotensi bahkan dapat menyaingi Yunani, tempat ini mungkin saja merupakan bagian teka-teki besar yang hilang,” tambahnya.

Karena tempat ini sangat terpencil, kota menakjubkan ini akan tetap tak dikenal secara virtual bagi orang Eropa hingga sekarang.

Kota ini hampir seukuran kota tua Yunani dan mungkin dihuni oleh 1.000-2.000 orang.

Kepala arkeolog Gennady Zdanovich lah yang mendorong Hughes pergi ke area luas itu. Prof Zdanovich yang mengetahui keberadaan kota terkubur tersebut.

Sejawat peneliti Hughes di King’s College London menambahkan, “Prof Zdanovich membawa ke area rumput luas ini dan siapa sangka ada hal istimewa di bawahnya.”

“Prof Zdanovich menunjuk ke arah tanah dan tiba-tiba saya sadar sedang berjalan melewati kota terkubur. Teks Indian kuno dan himne yang ditemukan di sana menggambarkan pengorbanan kuda, serta cara kuda tersebut dikubur bersama tuannya.”

“Hal ini sangat cocok dengan tengkorak yang ditemukan di Rusia itu.
Read More..

Sabtu, 04 September 2010

Astronot ISS Dikontak Kota Tua Inka

0 komentar


(IST)

INILAH.COM, Jakarta – Kota peradaban kuno Inka, Machu Picchu di peru membuat sejarah pada hari Kamis saat terjadi kontak radio dari International Space Station (ISS).

Delegasi Rusia dan Peru berbicara dengan kru ISS selama 10 menit. Pembicaraan itu terjadi dalam 3 bahasa (Rusia, Spanyol dan Quecha). Komandan ISS Alexander Skvortsov mengatakan bahwa hal ini merupakan pertama kalinya Quecha terdengar di ISS.

Quecha dipakai oleh 10 jut orang di Amerika Selatan. Rusia membantu Peru membangun satelit pertama mereka, kata media. Mereka juga setuju menumbukan kentang Peru di ISS. Rektor Peruvian National University of Engineering, Aurelio Padilla Rios mengatakan bahwa kentang ini “akan sehat bagi makanan kosmonot selama 3 tahun penerbangan ke Mars.”

Kru ISS saat ini terdiri dari kosmonot Rusia Alexander Skvortsov, Mikhail Korniyenko dan Fedor Yurchikhin, astronot AS Tracy Caldwell Dyson, Shannon Walker dan Douglas Wheelock.

Machu Picchu,”Kota Hilang Inka”, merupakan situs arkeolog teratas dan dibangun pada pertengahan abad ke-15
Read More..

Rabu, 18 Agustus 2010

Turki dapat Penemuan Besar dari ‘Tomb Raider’ ??

0 komentar



(washingtonpost.com)

INILAH.COM, Ankara- Polisi menggerebek rumah tomb rider (penjarah) yang diduga menggali barang antik secara ilegal. Barang-barang yang disita itu disebut sebagai penemuan arkeologi penting.

Menteri Kebudayaan Turki Ertugrul Gunay menjelaskan bahwa temuan tersebut berada di dekat kota Milas, barat Turki. Ini dianggap sebagai ‘penemuan arkeologi penting’ dan memerintahkan berbagai pihak melakukan penggalian di sekitar tempat temuan, seperti dikutip dari Fox News.

Penjarahan artefak kuno merupakan hal umum di Turki dan negara ini terkenal dengan hukuman berat bagi mereka yang melakukan penggalian ilegal.

Penemuan di Milas ini dianggap penemuan penting pertama yanag dilakukan pihak berwenang atas pelacakan terhadap penjarah situs arkeologi..

Peti mati berusia 2800 tahun ini dihiasi dengan relief seorang pria berjanggut yang sedang berbaring. Diperkirakan peti ini milik Hecatomnus, penguasa wilayah Milas, ujar pihak Departemen Kebudayaan Turki.

Beberapa harta yang ditempatkan di makam bawah tanah tersebut kemungkinan besar dijarah oleh pemburu harta karun dan barang antik untuk dijual di perdagangan ilegal. Pengadilan telah menagkap dan mendakwa lima dari 10 orang tahanan dalam penggerebekan tersebut.

Para tersangka telah menggali dua terowonga sepanjang 6-8 meter dari rumah ke gudang yang berdekatan kemudian mengarahkan terowongan tersebut ke makam yang terkubur dengan kedalaman sekitar 10 meter.

Mereka menggunakan peralatan yang canggih untuk mengebor dinding marmer tebal di wilayah penguburan itu.

"Ini bukan perburuan harta karun biasa. Tindakan ini sangat terorganisir dan jelas bahwa mereka menerima bantuan ekonomi dan ilmiah dari pihak lain," kata Gunay sambil menambahkan bahwa Turki juga akan menyelidiki kemungkinan hubungan tersangka dengan organisasi di luar negeri.
Read More..

Senin, 16 Agustus 2010

Keluarga Mummi Tertua

0 komentar



(independent.co.uk)

INILAH.COM, Jakarta- Keluarga manusia es Oetzi yang ditemukan 20 tahun lalu di gletser Alpine berhasil diteliti oleh ilmuwan. Oetzi adalah mummi tertua bahkan lebih tua dari mummi Mesir.

Seperti dikutip dari The Independent, Oetzi yang saat ini berada dalam kotak kaca steril dengan kadar kelembapan 100%, merupakan mummi tertua yang pernah ditemukan. Bahkan, mummi Mesir lebih muda setidaknya 1000 tahun.

Ilmuwan saat ini telah mampu mengambil DNA dari tulang panggul Oerzi untuk melacak bentuk keturunan genetik dari manusia kuno ini.

Dr Albert Zink, direktur Institute Iceman, Bolzano bersama rekannya mengatakan bahwa ekstraksi DNA ini dapat digunakan untuk memahami penyakit diabetes, hipertensi dan kanker.

“Ada mutasi gen kunci berkaitan dengan penyakit seperti kanker dan diabetes. Kami ingin melihat apakah penyakit tersebut hadir di diri Oetzi atau muncul baru-baru ini,” ujar Zink.

“Dari perbandingan mitokondria DNA, kami tidak menemukan jenis keturunan apapun di wilayah ini. Namun, berdasarkan keseluruhan genom, ada kemungkinan soal itu. Kami melihat bahwa keberadaan Oetzi akan memberikan banyak informasi,” ujar Zink lagi.

Oetzi yang memiliki berat sekitar 59 kilogram dan berusia 45 tahun saat meninggal memiliki tiga tulang rusuk yang patah, luka parah di tangan, serta adanya parasit usus dan kutu.

Awalnya diperkirakan bahwa Oetzi meninggal karena mati beku dalam badai salju. Namun, terungkap bahwa di tubuh Oetzi ditemukan panah berkepala batu yang masuk melalui bahu dan berhenti di sisi kiri paru-paru. Oetzi diperkirakan telah dibunuh karena pembuluh darah utama pecah sehingga merusak jantung.

“Melihat tingkat kerusakan pembuluh nadi besar, diperkirakan bahwa Oetzi meninggal karena kehabisan darah. Ia mati dengan cara yang cepat,” ujar Zink.
Read More..

Artefak Kerajaan Singapura Ditemukan Warga Mertasinga

0 komentar


AKIM GARIS/"PRLM"
AKIM GARIS/"PRLM"
SEJUMLAH anak berdesakan, penasaran ingin menyaksikan dua buah jembangan (tempat air) yang diduga merupakan artefak Kerajaan Singapura di Blok Situs Lawang Gedhe, Desa Mertasinga, Kec. Gunungjati, Kab. Cirebon, Jumat (30/7). Singapura merupakan cikal bakal Kesultanan Cirebon.*

SUMBER, (PRLM).- Sejumlah warga menemukan sebagian artefak yang diduga peninggalan Kerajaan Singapura di Blok Situs Lawang Gedhe, RT/RW 02/03 Desa Mertasinga, Kec. Gunungjati, Kab. Cirebon, Jumat (30/7).

Artefak berupa jembangan (tempat air) yang baru kelihatan dua buah terbuat dari tembikar tersebut saling mengait antara yang satu dengan lainnya, ditemukan tidak sengaja oleh warga setempat saat bermaksud menggali septic tank di pekarangan milik H. Rusno. "Kami kaget ketika menggali lubang untuk septic tank di tengah bangunan yang masih dalam proses. Tanah yang digali bunyinya mencurigakan. Apalagi, setelah cangkul saya mengenai benda tersebut," kata Widi (60), salah seorang pekerja.

Hal senada disampaikan Ipin dan Agus yang turut menggali lubang tersebut. Menurut mereka, setelah salahsatu cangkul mengenai benda tersebut, selanjutnya lebih hati-hati menggalinya. "Kami pun terkejut setelah dikupas tanahnya ternyata kelihatan ada dua buah jembangan besar yang saling terkait," kata Agus.

Mulyono (52), seorang tokoh masyarakat setempat yang juga kerabat H. Rusno mengatakan, benda tersebut kemungkinan merupakan peninggalan P. Surya Negara, pada masa Kerajaan Singapura. Ibu Kota kerajaan tersebut berada di Desa Mertasinga.

"Masyarakat Mertasinga menginginkan agar artefak tersebut segera diangkat oleh instansi terkait, jika tidak, masyarakat pun akan siap mengangkatnya. Namun, jangan sampai benda tersebut keluar dari Mertasinga, karena masyarakat siap untuk melestarikannya," kata Mulyono.

Sementara itu, budayawan Cirebon, Nurdin M. Noer mengungkapkan, sebagian artefak yang ditemukan di sekitar situs Lawang Gedhe Desa Mertasinga diperkirakan peninggalan Kerajaan Singapura yang berdiri sekitar abad ke-12. "Singapura adalah salah satu kerajaan kecil yang wilayahnya berada di sekitar Kecamatan Gunungjati. Merupakan kerajaan pada masa awal, sebelum Kerajaan Cirebon berdiri," kata Nurdin, menjelaskan.

Read More..

Minggu, 15 Agustus 2010

bukti teknologi sudah berkembang pada jaman dahulu !!

0 komentar



Teman sebenarnya uda banyak bukti yang telah ditemukan kalo peradaban nenek moyang kita ga sekolot yang kita kira. Mungkin kalian belum percaya atas apa yang aku ungkapkan ini . tapi kalo kalian rajin mengikuti beberapa artikel yang telah aku angkat, mungkin kalian sedikit terbuka untuk meneriima ini.kalian mungkin tidak percaya kalo benda diatas adalah sebuah artefak yang telah berumur ribuan tahun yang mirip dngan sebuah desain pesawat, maksud saya atas inspirasi apakah nenek moyang kita membuat artefak yang memiliki kemiripan dengan desain pesawat modern. Masih ingat ga dengan sebuah relief dikuil abydos yang tedapat sebuah relief berbentuk peralatan teknologi canggih seperti peasawat terbang, helikopter dll (coba kalian buka buka lagi artikel dahulu yang mengangkat mistery dikuil abydos, maksud ku biar lebih marem/paham dengan artikel yang satu ini..

Amerika latin yang juga ga kalah kalo masalah kemajuan peradaban masa lalunya kadang membuat aku semakin terkagum kagum…,
Selain disana terdpat banyak bangunan bangunan peninggalan mereka ynag sampai saat ini banyak kalangan ilmuwan yang kagum, disana juga terdapat ertifak artifak purbakala yang berbentuk sangat mirip dengan disain pesawat masa sekarang/modren. Artifak-artifak yang keseluruhannya terbuat dari bahan dasar emas tersebut diperkirakan telah berusia 1000 tahun lebih.

Menurut pandangan masyarakat umum atau bagi kalian sendiri, awal 1900-an merupakan titik awal kemajuan peradaban manusai dalam bidang transportasi udara setelah Wright bersaudara berhasil mengembangkan konsep pesawat terbang berkekuatan mesin pertama di dunia yang mereka namakan Kitty Hawk. Tapi tidak menurutku, sebab saya yakin bahwa ribuan tahun yang lalu nenek moyang kita sebenarnya telah memasuki zaman nuklir dan telah mampu mengembangkan teknologi dirgantara/aeronautika yang canggih. Bahkan saya pun yakin jika mereka telah berhasil menemukan dan menggunakan peralatan listrik atau bisa jadi lebih canggih daripada kita sekarang. Mungkin sebagian dari teman-teman menganggap pandanganku ini terlalu imajinatif dan gila alias konyol. Tapi, jika kita rajin membaca beberapa referensi/sumber yang ada dan sekaligus mau membuka pikiran yang menyumbat ini, niscaya mungkin akan tercerahkan akan kenyataan ini (InsyaAllah)


Dalam ilmu perpurbakalan Para ahli purbakala menyebut obyek-obyek yang menyerupai hewan ataupun objek tertentu sebagai zoomorpic,. Namun apabila artifak-artifak kecil tersebut merupakan penggambaran bentuk tubuh suatu jenis hewan tertentu, maka hewan apakah yang dapat mewakilinya? Jika dibandingakan dengan artifak-artifak kuno berbentuk makhluk hidup dari seluruh kebudayaan diseluruh dunia, maka yang satu ini sangatlah berbeda. Karakteristiknya sangat berbeda dengan artifak peninggalan kebudayaan lainnya yang pada umumnya berbentuk realistik dan sangat mudah dikenal hanya dengan melihat bentuk morfologinya saja.

Ada beberapa jenis hewan terbang seperti burung (unggas) dan serangga serta beberapa mamalia seperti tupai terbang dan oppossum. kemudian ada beberapa jenis kadal, ada juga jenis-jenis ikan tertentu yang juga dapat meluncurkan tubuhnya secara singkat ke udara. Tapi, dari semuanya itu, hewan jenis apakah yang lebih tepat untuk mewakili obyek-obyek misterius tersebut? Merlihat dari bentuk-nya saja, dapat diperkirakan jika benda tersebut bukan merupakan penggambaran menganai makhluk hidup jenis apapun. Seharusnya para sarjana tidaklah perlu terlalu memaksakan dirinya untuk terlalu ngotot menyebutkan bahwa obyek-obyek tersebut merupakan penggambaran dari suatu spesies hewan. Kini, saatnya kita harus sedikit membuka pikiran mengenai ketidakmungkinan prasejarah menjadi sesuatu yang mungkin saja terjadi.

Anak kecil sekali pun tidak akan mengimajinasikan obyek itu sebagai burung apabila diperlihatkan kepadanya. Mungkin, mereka akan lebih suka menyebutnya sebagai "mainan" berbentuk pesawat terbang. Walaupun demikian, sesungguhnya masih terlalu sulit bagi kita untuk mengidentifikasi/menentukan obyek apakah yang diukir oleh para pemahat-pemahat masa silam ini. Apakah benar artifak-artifak ini bisa dijadikan bukti kuat bahwa peradaban prasejarah telah memasuki zaman aeronautika? mungkin masih sangat sulit untuk mendapatkan jawaban yang benar-benar memuaskan.


Diatas ini adalah gambar dari artifak membingungkan tersebut. Jika kita perhatikan, struktur dari benda ini benar-benar telihat seperti kerangka sebuah pesawat terbang modern. Dimana disana kita bisa melihat secara jelas bentuk dari kedua sayapnya, dan bagian depan yang mirip dengan moncong pesawat terbang pada umumnya. Hal itu berlaku juga pada bagian belakangnya, dimana tidak ada perbedaan bentuk yang terlalu mencolok dengan bentuk posisi kemudi di bagian belakang pesawat modern. Mari kita perhatikan lagi sebuah cekungan kecil diantara kepala dan badan obyek tersebut. Apakah itu sebagai pusat kendali/kokpit, dimana biasanya sang pilot dengan gagah-nya duduk di tempat itu. Lalu kita perhatikan bagian bawahnya, ada dua citra terlihat disana, yang satu berbentuk setengah lingakaran (tidak sempurna) dan yang satunya lagi agak sedikit memanjang hingga kebelakang tubuh obyek. Disini, saya juga tidak terlalu ngotot untuk menyebut citra setengah lingkaran tersebut sebagai roda, dimana pada setengah bagiannya lagi masuk kedalam badan pesawat. Sepertinya, memang sebuah rodalah yang kira-kira dapat mewakilinya. Lalu untuk citra yang satunya lagi, masih sangat sulit untuk ditentukan.

Bila kita mengidentifikasi artifak tersebut seperti diatas, maka kita akan semakin yakin bahwa benda kuno itu tidak sekalipun dapat mewakili bentuk dari suatu jenis spesies hewan manapaun dimuka bumi, sehingga sebutan zoomorpic sepertinya tidaklah terlalu tepat berspekulasi terhadap benda ini. Menurut pandangan saya pribadi, tidak ada salahnya kita berspekulasi bahwa masyarakat prasejarah yang sebenarnya tidaklah terlalu seprimitif yang kita bayangkan selama ini. Saya percaya, sebenarnya kita hanyalah mengulang sejarah dan menemukan kembali apa yang telah ditemukan oleh nenek moyang kita jaman dulu (?). Tentunya pernyataanku ini bukan tanpa dasar sama sekali. Bagi teman-teman yang sering mengikuti artikel di blog-ku ini, dapat kalian lihat sendiri banyaknya temuan prasejarah aneh dan misterius, namun juga begitu canggih. Para sarjana pun dibuat pusing oleh hal ini, dan mereka sering menyebut benda-benda canggih masa silam itu sebagai "keganjilan prasejarah".
Read More..

Sabtu, 14 Agustus 2010

tulisan tertua yang pernah ditemukan di Jerusalem.

0 komentar

(IST)

INILAH.COM, Jakarta – Arkeolog baru saja menemukan kepingan tanah liat dari abad ke-14 sebelum masehi. Kepingan itu adalah contoh tulisan tertua yang pernah ditemukan di Jerusalem.

Direktur penggalian Eilat Mazar dari Universitas Hebrew mengatakan kepingan sepanjang 2 cm ini mengandung bentuk tulisan kuno yang dikenal dengan skrip pasak Akkadia.

Kepingan ini termasuk sebuah teks dengan kata “kamu”, “mereka”, dan “kemudian”.

Mazar mengatakan bahwa kepingan itu kemungkinan berasal dari pengadilan kerajaan. Kemungkinan akan lebih banyak ditemukan di daerah tertua Jerusalem itu yang didominasi orang Palestina
Read More..
 
Copyright 2011 @ Bacaan Menarik!
Design by Wordpress Manual | Bloggerized by Free Blogger Template and Blog Teacher | Powered by Blogger