Tampilkan postingan dengan label penemuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penemuan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2011

Buaya Terbesar Dunia Tertangkap di Filipina

0 komentar

Headline
Bacaan-Menarik,Filipina - Seekor buaya yang menjadi buaya terbesar dunia berhasil ditangkap di Filipina. Menyeramkannya, buaya ini diduga kuat telah memangsa seorang nelayan.
Buaya seberat satu ton yang diyakini telah memangsa satu nelayan ini berhasil menyita perhatian banyak orang. Sepanjang 6,4 meter, makhluk masif ini menjadi buaya terbesar dunia yang berhasil ditangkap hidup-hidup.
Buaya ini berhasil ditangkap setelah tiga pekan perburuan oleh warga setempat yang hidup dalam ketakutan selama lebih dari 20 tahun. “Hewan buas ini harus diatasi karena mengancam warga dan hewan ternak. Bahkan, buaya ini mampu menelan tiga orang sekaligus, “ ujar walikota setempat Edwin Elorde.
Meski telah menelan korban, buaya ini seolah ditakdirkan menjadi bintang. Kini, buaya ini dimanfaatkan menjadi bintang penarik turis yang dibuat di Agusan, Filipina. Berikut videonya seperti dimuat Dailymail.
Read More..

Senin, 29 Agustus 2011

Ditemukan, 12 Gunung Berapi di Bawah Laut

0 komentar
BACAAN MENARIK - Peneliti dari British Antarctic Survey (BAS) menemukan gunung berapi yang sebelumnya belum pernah diketahui keberadaannya. Gunung berapi itu berada di perairan sekitar South Sandwicth Islands, pulau di selatan samudera atlantik, dekat Argentina yang diklaim milik Inggris.

Menggunakan teknologi pemetaan yang dipasang di kapal laut, peneliti di kapal RSS James Clark Ross menemukan 12 gunung berapi di bawah permukaan laut. Beberapa gunung itu bahkan memiliki ketinggian hingga 3 kilometer.

Selain gunung, peneliti juga menemukan kawah berdiameter 5 kilometer yang diakibatkan oleh letusan gunung. Adapun 7 gunung berapi aktif lain bisa terlihat dari atas permukaan laut sebagai rangkaian kepulauan.

“Banyak hal yang tidak kita pahami seputar aktivitas volkanik di bawah permukaan laut,” kata Phil Leat, peneliti dari British Antarctic Survey di ajang International Symposium on Antarctic Earth Sciences, seperti dikutip dari Explorersweb, 27 Juli 2011. “Tampaknya, gunung berapi ini bisa meletus dan runtuh setiap saat,” ucapnya.

Leat menyebutkan, penelitian ini juga sangat penting untuk memahami apa yang terjadi ketika gunung berapi bawah laut meletus atau runtuh dan potensi bahaya yang mereka hadirkan.

“Teknologi yang kini bisa digunakan oleh ilmuwan di atas kapal tidak hanya memberikan peluang bagi kami untuk mengumpulkan berbagai cerita seputar evolusi planet kita, akan tetapi juga bisa menyibak rahasia berkembangnya kejadian alami yang berbahaya bagi orang yang tinggal di kawasan padat lain di Bumi,” ucapnya.
Read More..

Ada Sungai di Bawah Sungai Amazon

0 komentar

BACAAN MENARIK , Brazil - Ilmuwan Brazil menemukan eksistensi sungai bawah tanah yang mengalir sepanjang 6.000 kilometer. Uniknya, sungai ini mengalir di bawah Sungai Amazon.

Keberadaan sungai itu ditemukan berkat proyek penelitian yang dilakukan di 241 sumur milik perusahaan minyak, Petrobras, yang menggali wilayah Amazon pada tahun 1970-an hingga 1980-an, untuk mencari potensi kandungan minyak mentah.

Sungai bawah tanah itu mengalir di kedalaman 4.000 meter dengan aliran yang yang sama dengan Amazon. Jika dikalkulasi, sungai bawah tanah itu mengalirkan 3.000 meter kubik air tiap detiknya.
Atau dengan kata lain, aliran sungai itu hanya 3 persen dari aliran Amazon yang berhulu di hutan Peru dan bermuara ke Atlantik di utara Brazil. Dengan panjang 6.800 kilometer, Amazon dinobatkan menjadi sungai terpanjang di dunia.

Para ilmuwan menamakan sungai itu, Hamza, sebagai bentuk penghormatan bagi ilmuwan asal India, Valiya Mannathal Hamza, yang mendedikasikan hidupnya mempelajari wilayah Amazon selama lebih dari empat dekade, sekaligus ketua tim peneliti.

Indikasi keberadaan sungai tersebut dipresentasikan sendiri oleh Valiya Hamza dari Observatorium Nasional, Brazil. Menurut dia, "informasi termal" yang dimiliki Petrobas memungkinkan tim peneliti mengidentifikasi pergerakan sungai bawah tanah.

Temuan itu dipresentasikan minggu lalu di Rio de Janeiro dalam sebuah pertemuan yang dihelat Brazilian Geophysical Society.

Hamza menambahkan, sungai bawah tanah mengalir dari barat ke timur berarti, hutan hujan Amazon punya dia sistem drainase, Sungai Amazon dan Sungai Hamza.

Hamzah menekankan bahwa hasil studi ini baru kesimpulan awal. Timnya berharap akan  mengkonfirmasi aliran bawah tanah pada akhir 2014. Namun, dia menolak berkomentar soal dampak ekonomi dan lingkungan dari sungai bawah tanah di hutan hujan Amazon. (sumber: FOXNews, ABC)
Read More..

Fosil Mirip Tikus Bisa Ungkap Evolusi Manusia

0 komentar

BACAAN MENARIK , China - Para ilmuwan di Cina menemukan fosil hewan sejenis tikus, yang dianggap bakal mengungkap sejarah evolusi mamalia, temasuk manusia. Fosil itu berasal dari makhluk yang diyakini hidup sekitar 160 juta tahun yang lalu.

Fosil dari makhluk yang dinamakan Juramaia sinensis ini merupakan fosil tertua yang pernah ditemukan dari kelompok hewan yang disebuteutheria, atau mamalia plasental. Kelompok hewan mamalia plasental ini memiliki ciri melahirkan, di antaranya seperti sapi, tikus, singa, macan, anjing, paus, dan primata.

Mamalia berbulu yang fosilnya ditemukan di provinsi Liaoning ini diperkirakan tinggal di timur laut Cina selama era Jurasik. Ini merupakan era ketika dinosaurus masih menguasai Bumi.

Dr. Zhe-Xi Luo, paleontologis dari Carnegie Museum of Natural History di Pittsburgh, Amerika Serikat, mengatakan: "Juramaia, dari 160 juta tahun lalu merupakan nenek-moyang atau 'bibi-moyang' semua mamalia plasenta yang berkembang hari ini,” ujarnya.
Zhe-Xi Luo kemudian menjelaskan, hasil analisis kerangka fosil menunjukkan hewan ini adalah makhluk tangkas dengan kemampuan memanjat yang sangat kuat.

Gambaran fosil tersebut, menurut para peneliti merupakan tonggak sejarah baru dalam evolusi mamalia yang mencapai 35 juta tahun.

Nama Juramaia sinensis memiliki arti 'Induk Jurasik dari Cina'. Fosil ini sendiri memiliki tengkorak yang tidak lengkap, sebagian kerangka, dan jaringan lunak sisa, seperti rambut. Juramaia juga memiliki gigi yang lengkap. Para ahli paleonantropologi memperkirakan fosil ini lebih dekat dengan makhluk marsupial berkantung, seperti kanguru.

"Memahami titik awal placentals merupakan isu penting dalam studi semua evolusi mamalia," kata Zhe-Xi Luo.

Waktu perubahan evolusi--saat spesies leluhur terbagi menjadi dua garis keturunan keturunan--merupakan salah satu informasi terpenting yang bisa dimiliki seorang peneliti evolusi.

Sebelum penemuan Juramaia, titik perbedaan makhluk jenis eutheria dari metatherians menimbulkan kesulitan bagi para sejarawan evolusi. Bukti dari eutheria DNA menyarankan, seharusnya muncul lebih awal dalam catatan fosil--sekitar 160 juta tahun lalu. Namun, eutheria tertua adalah Eomaia, yang hidup 125 juta tahun lalu.

Juramaia juga mengungkapkan fitur adaptif yang mungkin telah membantu para pendatang baru eutheria untuk bertahan hidup di lingkungan Jurasik. Juramaia menggunakan tungkai depan untuk memanjat dan mampu menyesuaikan dengan cara hidup Jurasik.

"Perbedaan mamalia eutheria dari marsupial akhirnya menyebabkan kelahiran plasenta dan reproduksi yang sangat penting bagi keberhasilan evolusi placentals.” ungkap Dr. Luo. "Tapi itu adalah adaptasi awal mereka untuk mengeksploitasi tempat pada pohon yang membuka jalan mereka menuju kesuksesan evolusi ini."
Read More..

Ilmuwan Temukan Kristal Langka Tak Terduga di Meteorit

0 komentar

Headline
BACAAN MENARIK,Jepang - Peneliti Jepang menemukan kristal seperti opal di sebuah meteor jatuh di Kanada pada 2000. Temuan ini menjadi temuan kristal tak biasa pertama dari benda luar angkasa.
Ilmuwan dari Tohoku University mengatakan, kristal ini terbentuk di awan debu yang dihasilkan matahari dan planet di tata surya ini pada 4,6 miliar tahun silam. Kristal tak biasa ini memiliki potensi penggunaan yang luar biasa.
"Kristal Koloidal seperti opal yang terbentuk dari rangkaian partikel tua ini memiliki potensi luar biasa untuk digunakan dalam elektronik baru dan perangkat optik," ungkap peneliti Karsuo Tsukamoto seperti dikutip UPI.
Formasi kristal di meteorit Tagish Lake ini memiliki beberapa kondisi signifikan hingga bisa terbentuk.
"Pertama, jumlah solusi air harus pada meteorit untuk membubarkan partikel koloidal,” ujarnya.
Solusi air harus ditaruh di ruang hampa kecil untuk tempat kristal terbentuk, lanjutnya.
"Kondisi ini menyatakan, kristal tersebut terbentuk 4,6 miliar tahun silam,” tutupnya seperti dikutip UPI.
Temuan ini diterbitkan di Journal of the American Chemical Society.
Read More..

Senin, 22 Agustus 2011

Tawon Terbesar Yang Baru Ditemukan Ini Di Beri Nama Tawon Garuda

0 komentar

BACAAN-MENARIK.BLOGSPOT.COM__Sebuah tawon pemangsa sebesar jari kelingking ditemukan di sebuah pulau terpencil di Sulawesi. Hewan unik itu ditemukan para ilmuwan dari University of California, Davis, Amerika Serikat.

Lynn Kimsey yang mendapat julukan 'wanita tawon' di kampusnya, untuk keahliannya dalam Entimologi, ilmu yang mempelajari soal serangga, mengungkapkan, tawon jantan yang ia temukan panjangnya 2 sampai 2,5 inchi atau 5,08 sampai 6,35 centimeter berwarna hitam. tawon itu  ditemukan dalam ekspedisi terakhirnya di Pegunungan Mekongga, Sulawesi Tenggara.

Para ilmuwan sangat antusias terhadap penemuan ini. Tawon pemakan serangga ini memiliki rahang yang sangat besar, hingga menutupi dua sisi kepala tawon. "Saat rahang itu terbuka, panjangnya melebihi kaki depan tawon jantan. Saya tak tahu bagaimana hewan ini bisa berjalan. Sedangkan tawon betina punya tubuh lebih kecil, namun masih lebih besar dari anggota lain dalam subfamili, Larrinae."

Lynn Kimsey berencana menamai tawon tersebut, Tawon Garuda. "Sesuai dengan lambang negara Indonesia," kata Kimsey.

Dia menambahkan, spesies itu sejauh ini hanya diketahui berada di Sulawesi Utara. "Pertama kali melihat tawon ini, saya sudah menduga ada yang tak biasa," kata Kimsey. Tawon bertubuh besar yang ia temukan kini dipelajari di Bohart Museum, UC, lembaga yang dipimpin Kimsey.

Sebelumnya, tim dari Ben Evans, ahli zoologi dari McMaster University, Hamilton, Ontario, bersama dengan koleganya dari Indonesia dan Amerika, menemukan 13 spesies katak bertaring. Juga di Sulawesi.
Katak bertaring masuk dalam genus Limnonectes, penamaan ditujukan pada dua tonjolan tulang rahang di rahang bawah mereka. Meski mirip taring, sejatinya tonjolan itu bukanlah gigi. Sebab, katak tersebut tidak memiliki akar dan karakteristik gigi.

Katak bertaring di Sulawesi menunjukkan variasi adaptasi katak di pulau yang terdiri dari banyak pegunungan, dengan lingkungan dan iklim mikro yang beragam, dari terbasah hingga paling kering di Indonesia. Juga lingkungan vegetasi bervariasi yang harus diadaptasi. (Sumber: University of California).
Read More..

Jumat, 19 Agustus 2011

Ditemukan, Katak Bertaring di Sulawesi

0 komentar

BACAAN-MENARIK.BLOGSPOT.COM__Sekali lagi, Nusantara menunjukkan kekayaan hayatinya. Tim ilmuwan dari Kanada menemukan hewan unik di Pulau Sulawesi: katak bertaring.
Ben Evans, ahli zoologi dari McMaster University, Hamilton, Ontario -- bersama dengan koleganya dari Indonesia dan Amerika -- menemukan 13 spesies katak bertaring di Sulawesi. Temuan ini lebih banyak dari yang pernah ditemukan di Filipina sebelumnya.

Di antaranya adalah spesies yang belum pernah dideskripsikan oleh sains. Penemuan ini dilaporkan dalam jurnal The American Naturalist, edisi Agustus.

Katak bertaring masuk dalam genus Limnonectes-- penamaan ditujukan pada dua tonjolan tulang rahang di rahang bawah mereka. Meski mirip taring, sejatinya tonjolan itu bukanlah gigi. Sebab, mereka tidak memiliki akar dan karakteristik gigi.

Evan mengatakan, para ilmuwan hingga saat ini tidak yakin untuk apa taring tersebut digunakan. Namun, diduga kuat itu digunakan sebagai senjata antar pejantan untuk memperebutkan wilayah. Mungkin juga digunakan menangkap mangsa seperti ikan, katak lain, berudu atau serangga. Atau, mempertahankan diri dari predator. "Tapi kami belum pernah melihat mereka menggigit siapapun," kata Evans.

Katak bertaring di Sulawesi menunjukkan variasi adaptasi katak di pulau yang terdiri dari banyak pegunungan, dengan lingkungan dan iklim mikro yang beragam -- dari terbasah hingga paling kering di Indonesia. Juga lingkungan vegetasi bervariasi yang harus diadaptasi.

Beberapa spesies katak bertubuh sangat besar dengan kaki berselaput, menyesuaikan dengan tempat hidup mereka, sungai beraliran deras. Lainnya, bertubuh kecil dengan semacam anyaman di kaki mereka, menyesuaikan dengan tempat hidup mereka di darat.

Beberapa katak membiakkan telur mereka secara internal --  bertelur jauh dari tepi air dan mengawasi mereka sampai berudu berkembang seperti kapsul jeli.

"Penemuan ini adalah contoh mengejutkan tentang bagaimana spesies mungkin akhirnya menggunakan taktik serupa untuk bertahan hidup dan diversifikasi jika ada kesempatan," kata Evans.

Para peneliti menghabiskan waktu bertahun-tahun, menyusuri sungai di hutan Sulawesi di malam hari. Mereka menghadapi risiko bertemu dengan ular berbisa dan ular kobra -- demi bisa menangkap katak unik ini dengan tangan.

Secara keseluruhan, mereka menangkap 683 katak yang kemudian dianalisis. Mereka juga memetakan distribusi katak, sekaligus membandingkan katak-katak tersebut dengan lingkungan mereka.

Evans mengatakan, para peneliti mencoba mendapatkan sampel katak di hutan yang belum tersentuh penebangan yang makin intensif di Pulau itu. Ada banyak hutan tempat kami mengambil sampel yang kemudian hilang ketika kami mengunjunginya beberapa tahun kemudian."

Hingga saat ini belum ada spesies yang ditemukan yang punah. Namun, ia yakin, penyebaran katak telah jauh berkurang.
Read More..

Kamis, 18 Agustus 2011

Ilmuwan Temukan 'Fosil Hidup' Belut Era Dinosaurus

0 komentar

Headline
BACAAN-MENARIK.BLOGSPOT.COM__ Ilmuwan berhasil menemukan spesies belut baru. Saking tuanya, belut ini tetap memiliki karakteristik dari era dinosaurus dan mendapat label ‘fosil hidup’. Seperti apa?
Belut ini ditemukan di gua bawah Laut Pasifik di Republic of Palau yang terletak di 804 km timur Filipina. Belut coklat kemerahan ini memiliki panjang 4,3 cm serta banyak tanda primitif belut dari era Mezozoic (200 juta tahun silam) ditemukan pada belut ini.
Belut ini diberi nama Protoanguilla Palau yang artinya ‘belut pertama’ dan menjadi satu-satunya contoh keluarga taxonomic terbaru, Protoanguillidae. Belut ini ditemukan tim dari Natural History Museum and Institute di Chiba, Jepang, yang dipimpin Masaki Miya.
Temuan yang diterbitkan di jurnal Inggris Proceedings of the Royal Society B ini mengungkap, sebanyak delapan specimen belut ini dikumpulkan menggunakan jala dan lampu untuk uji DNA guna memastikan hewan ini benar masuk keluarga belut.
"Belut ini tampak aneh dan membuat para ilmuwan sulit mengidentifikasinya sebagai bagian belut pada pandangan pertama,” ujar Miya seperti dikutip Dailymail.
Read More..

Ilmuwan Berhasil Bikin Kulit Manusia Antipeluru

0 komentar

Headline
BACAAN-MENARIK.BLOGSPOT.COM__Hal ini memang terdengar seperti upaya membuat hal mustahil menjadi kenyataan. Namun para peneliti berhasil menciptakan kulit manusia antipeluru. Bagaimana bisa?
Para peneliti berhasil melakukan rekayasa genetik pada kambing agar menghasilkan susu yang memiliki protein serupa pada jaring laba-laba. Begitu diperah seperti dilaporkan Dailymail, susu ini bisa diubah menjadi bahan yang 10 kali lipat lebih kuat dari besi.
Bahan ini mampu menyatu dengan kulit manusia untuk membuat kulit manusia cukup kuat menangkis peluru. Peneliti Belanda Jalila Essaidi mengatakan, proyek ‘spidersilk’ ini bertujuan menggantikan keratin pada kulit manusia dengan jaring laba-laba.
Langkah awal dimulai dengan menumbuhkan lapisan kulit asli di sekitar contoh kulit antipeluru dan proses ini memakan waktu lima pekan. Jaring laba-laba memiliki sejarah panjang dalam pertempuran. Gengis Khan pernah memerintahkan pasukannya menggunakan baju dari jaring laba-laba untuk menangkal panah.
“Bayangkan baju jaring laba-laba yang mampu menangkis peluru. Keratin diganti protein jaring laba-laba untuk menciptakan manusia antipeluru,” ujarnya. Berikut videonya.
Read More..

Rabu, 17 Agustus 2011

Di temukanya Cara Membuat Makanan Segar Bertahun - tahun

0 komentar

Headline
BACAAN-MENARIK.BLOGSPOT.COM***Peneliti berhasil menemukan ‘keajaiban’ untuk membuat makanan tetap segar selama bertahun-tahun. Temuan ini menjanjikan penurunan pembuangan makanan tiap tahun.
Pengawet alami ini mampu menghilangkan serangga yang membusukkan daging, ikan, telur dan produk susu dalam hitungan hari. Pengawet ini disebut Bisin yang merupakan bahan kimia yang mampu memperpanjang ‘jangka hidup’ makanan selama bertahun-tahun.
Temuan ini akan merevolusi cara orang berbelanja dan memangkas jutaan ton limbah makanan yang dibuang tiap tahunnya. Bisin muncul dari beberapa jenis bakteri tak berbahaya. Menariknya, pengawet ini juga mencegah penyebaran bakteri berbahaya seperti E-coli, salmonella dan listeria.
Mikrobiolog Dan O’Sullivan dari Minnesota University menjadi orang yang tak sengaja menemukan bahan ini saat memeriksa budaya bakteri yang ditemukan dalam usus manusia. “Bahan ini tak merusak kualitas nutrisi karena kita tak menambah bahan kimia melainkan bahan alami,” ujarnya seperti dikutipDailymail.
Bahan ini bisa memperpanjang ‘janga hidup’ beragam makanan sehari-hari yang memiliki tanggal kadaluarsa ketat, termasuk makanan laut, keju, dan makanan kaleng.
Read More..

Rahasia Baru Dibalik Air

0 komentar

Headline
BACAAN-MENARIK.BLOGSPOT.COM***Saat peneliti berhasil memecahkan kode DNA dan atom air, banyak yang mengira air merupakan bahan dasar kehidupan yang telah dipahami dengan baik.
Namun, percobaan terbaru menunjukkan, molekul air yang terhubung bersama menunjukkan hasil yang bertentangan. Kini, ilmuwan mengaku tak memahami lika-liku cara kerja air. “Struktur air merupakan pertanyaan utama dalam kimia dan fisika,” ujar Richard Saykally dari University of California, Berkeley (UC Berkeley).
Studi yang Bertentangan
Tim ilmuwan yang dipimpin Anders Nilsson dari Stanford Linear Accelerator Center membuktikan, air terikat secara lebih longgar dibanding perkiraan sebelumnya. Tentunya, respon yang muncul tak semua baik. “Banyak orang punya pendapat yang sangat kuat mengenai air,” ujar Nilsson.
Menurut Saykally dan beberapa peneliti lain, hasil penelitian kelompok Nilsson merupakan revisi drastis cara pemahaman air. “Jika mereka benar, mereka akan memenangkan Hadiah Nobel,” ujar Saykally. Namun, pada di salah satu jurnal Science, Saykally dan rekannya menerbitkan hasil revisi dari temuan tersebut yang bertentangan pula.
Kurangnya pemahaman
Sebesar 70% permukaan Bumi merupakan air dan menjadi komponen utama (sekitar 80%) makhluk hidup. Namun, hal ini jauh dari kata biasa. Bentuk padat air, es, mengapung bukan tenggelam, seperti zat kebanyakan. Air mampu menyimpan panas dengan sangat baik.
Tingginya tegangan permukaan air menunjukkan betapa molekul air ‘benci’ berpisah. Memahami keanehan air memerlukan studi merinci mengenai interaksi molekul. “Kami kira kami memahami segala sesuatu ada mengenai molekul tunggal air. Apa yang tak kami ketahui dengan baik adalah, cara air berinteraksi satu sama lain,” ujar Saykally.
Molekul tunggal air terlihat seperti huruf V dengan satu atom oksigen di titik bawah dan dua atom hidrogen di atas. Atom-atom ini saling berbagi elektron bermuatan negatif dan membentuk hubungan kuat yang disebut ikatan kovalen. Atom oksigen mendapat lebih banyak elektron yang membuatnya sedikit negatif.
Alhasil, ujung hidrogen menjadi sedikit positif. Pergeseran kecil ini bertanggung jawab menarik molekul air satu sama lain. Saykally menjelaskan, tiap molekul air memiliki kaki dan tangan. Tangannya merupakan atom hidrogen bermuatan positif, sedangkan kaki menjuntai dari sisi negatif oksigen.
“Tangan tak bisa memegang tangan dan kaki tak bisa memegang kaki,” kata Saykally. Namun, tangan bisa memegang kaki dalam apa yang disebut ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen 10 kali lebih lemah dari ikatan kovalen namun ikatan ini merupakan kunci misteri air.
Memecah Ikatan
Dalam es, tiap molekul memegang kaki dan tangan dari empat tetangga terdekatnya. Penempatan tetangga ini membentuk tetrahedron, atau piramida tiga-sisi. Saat es mencair, pertanyaan besarnya adalah, apa yang terjadi pada bentuk ini. Pada gambar tradisional, air terus terlihat seperti es dengan empat ikatan hidrogen di sekitar tiap molekul.
Perbedaan dalam bentuk cair adalah, pada waktu tertentu, sekitar 10% ikatan hidrogen rusak. Sebaliknya, tim Nilsson mengklaim, air mengambil struktur baru di mana molekul dasarnya hanya memegang dua tetangganya. Pada suhu kamar, 80% molekul air berada dalam kondisi ini, sedangkan sisanya memiliki empat ikatan hidrogen tradisional.
Implikasi model dua-ikatan baru ini membuat air cair sebagian besar terdiri dari rantai dan mungkin cincin tertutup, sebagai lawan jaringan yang lebih ketat dari tetrahedron.
Di balik kontroversi
Kedua kelompok ini mendasarkan pada gambar terpisah pada penafsiran data sinar-X berbeda. Saat sinar-X mengenai molekul air, sinar ini memukul elektron yang terikat erat ke tepi molekul. Hal ini serupa menendang Merkurius keluar ke orbit Pluto.
Para fisikawan mengukur energi yang bergantung pada lingkungan molekul air. Artinya, elektron orbit Pluto bertindak sebagai mikroskop yang peneliti gunakan untuk melihat jenis ikatan molekul yang telah dibuat dengan tetangganya.
Meski menafsirkan data mikroskop ini tak mudah, kelompok Nilsson pun menggunakan simulasi computer yang diverifikasi melalui pengujian zat sederhana, seperti es. Saat tim ini meneliti pengukuran air, mereka menemukan, komputer berhasil memberi struktur dua-ikatan longgar terbaik.
Namun, Saykally tak mengira simulasi ini bisa dilakukan pada air cair. Tim Saykally menghindari model komputer melalui pengukuran suhu air yang mempengaruhi pengukuran sinar-X. Pada suhu yang lebih tinggi, ikatan akan membengkok dan meregang, dan mikroskop seharusnya bisa melihatnya.
Pada gilirannya, metode Saykally tak membuat Nilsson yakin. “Ada banyak asumsi dalam analisa,” katanya. Ia juga menganggap pengukuran suhu oleh tim Saykally mungkin salah. Nilsson dan Saykally bukan hanya ilmuwan yang berdebat mengenai hal ini. Namun ada satu hal mereka setujui, “Perdebatan ini menunjukkan, kita tak memahami air dengan baik, setidaknya pada skala mikroskopis,” kata Nilsson. 
Read More..

Senin, 15 Agustus 2011

Bahan Bakar Mobil Baru Berbahan Baku Tinja

0 komentar

Headline
WWW.BACAAN-MENARIK.BLOGSPOT.COM***Bahan bakar biofuelini mudah diciptakan, karena bahan bakunya dihasilkan setiap hari, yakni tinja manusia.
Sebuah percobaan di Universitas California menghasilkan bahan bakar yang bahan bakunya berasal dari tinja manusia. Yakni dengan mengubah biogas menjadi hidrogen yang dapat digunakan untuk menggerakkan mobil hidrogen.
Prosesnya, bakteri pada tinja menghasilkan biogas yang jika dicampur dengan uap panas, akan mengurai metan menjadi hidrogen dan karbon dioksida.
"Ini adalah teknologi penghasil hidrogen dengan dampak lingkungan terminim,"ujar Scott Samuelson, direktur National Fuel Cell Research Center,Universitas California, seperti dikutip dari MSN.
Pembangkit listrik dari bakteri dan biogas bukan hal baru. Tapi ini adalah pertama kalinya teknologi ini digunakan sebagai penghasil bahan bakar mobil hidrogen.
Samuelson mengatakan, tinja manusia yang mengandung banyak bakteri dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan lebih dari 30% jumlah kendaraan bermotor di California Selatan.
Sebelumnya sudah banyak perusahaan mobil yang berencana melepas produk mobil hidrogen di California pada 2015, antara lain Mercedes, Honda, dan Chevrolet.
Read More..

Sabtu, 13 Agustus 2011

Fosil Burung Purba Raksasa Ditemukan di Kazakhstan

0 komentar

Headline
BACAAN-MENARIK.BLOGSPOT.COM***Ilmuwan menemukan fosil rahang burung Phoenix raksasa. Burung ini diperkirakan terbesar yang pernah hidup di bumi.
Fosil rahang burung raksasa ditemukan di Kazakhstan. Namanya Samrukia nessovi, diambil dari Samruk, nama burung Phoenix dari kisah mitologi Kazakhstan. Samrukia nessovi diperkirakan hidup di masa Cretaceous, yakni 85 juta tahun lalu.
Dilihat dari ukuran rahangnya, diperkirakan panjang tengkoraknya sekitar 30 cm, dan bobot totalnya 50 kg. Jika ia tidak terbang, maka tingginya sekitar 2–3 meter, dan jika terbang maka lebar sayapnya sekitar empat meter.
Ini adalah temuan kedua setelah fosil sejenis, yaitu Gargantuavis philoinos, ditemukan di Prancis pada 1995. Burung itu kisaran ukurannya hanya sebesar burung gagak. Sehingga Dr. Darren Naish dari Universitas Portsmouth mengatakan temuan kedua ini berukuran lebih besar.
“Sejak 1850, kita hanya mengetahui pada masa itu spesies burung hanya seukuran gagak. Sekarang kita lebih yakin bahwa di masa Mesozoic, ada burung yang ukurannya lebih besar,” ujar Dr. Naish seperti dikutip dari Metro
Read More..
 
Copyright 2011 @ Bacaan Menarik!
Design by Wordpress Manual | Bloggerized by Free Blogger Template and Blog Teacher | Powered by Blogger