
Kamis, 18 Agustus 2011
Ilmuwan Berhasil Bikin Kulit Manusia Antipeluru

Rabu, 17 Agustus 2011
Di temukanya Cara Membuat Makanan Segar Bertahun - tahun

Nekad,,,,Pria Ini Uji Coba Nuklir Di Dapur

Rahasia Baru Dibalik Air

Inilah Sosok Yang Menghuni Pakaian Kita

Senin, 15 Agustus 2011
Bahan Bakar Mobil Baru Berbahan Baku Tinja

Sabtu, 13 Agustus 2011
ilmuwan bilang bumi tak butuh bulan ..

Selasa, 09 Agustus 2011
Hiu terkecil ini tak tampak oleh mata

Otak Tiruan Berhasil Dibuat

Sabtu, 06 Agustus 2011
Teknologi Menyuntik Tanpa Jarum

Bacaan-Menarik.blogspot.com * Dengan teknologi nano, profesor menciptakan alat suntik yang dapat menginjeksi lebih efektif. Tanpa jarum.
Jarum suntik memang menyeramkan bagi sebagian orang. Tapi walau bagaimanapun, kadang orang-orang yang takut jarum suntik harus diberi vaksin.
Diberitakan TheAustralian, Mark Kendall, profesor teknologi nano dan Australian Institute for Bioengineering mengembangkan nanopatch yang dapat ‘menyuntikkan’ vaksin tanpa harus menusukkan jarum ke kulit.
Alat suntik istimewa ini dibuat dengan teknologi nano yang terdiri atas ribuan struktur kecil yang dapat menyalurkan vaksinlangsung ke sel pertahanan tubuh tanpa harus melewati otot.
Alat ini dicobakan pertama kali pada hewan. Ternyata, nanopatch dapat menginjeksi vaksin flu lebih efektif, yakni hanya dengan dosis lebih sedikit, hanya 1/150 dibandingkan dengan dosis vaksin yang disuntikkan menggunakan jarum.
Teknologi ini tentu juga akan mengurangi penyebaran penyakit akibat jarum yang tidak steril.
Ilmuwan Temukan Cara Ketahui Terciptanya Semesta

Bacaan-menarik.blogspot.com* Melalui reka ulang Big Bang, ilmuwan mengaku mampu mempelajari bagaimana semesta tercipta. Pertunjukan kembang api menakjubkan ini seperti kembang api di langit malam.
Gambar ledakan ini merupakan gambaran kelahiran semesta. Gambar komputer ini merupakan hasil eksperimen ‘big bang’ yang dilakukan ilmuwan CERN, rumah Large Hadron Collider (LHC), di Jenewa, Swiss.
Dalam upaya menentukan cara semesta muncul, ilmuwan membuat reka ulang ledakan sub-atom (seperti saat terjadinya Big Bang) menggunakan partikel berukuran atom. Para ilmuwan ini menembakkan partikel melalui akselerator 25,7 kilometer di kecepatan cahaya.
Saat partikel bertabrakan di ruang hampa bersuhu lebih dingin dari -271 derajat Celcius, pertunjukkan luar biasa pun terjadi. “Partikel sub-atom merupakan blok pembangun atom dan umum ditemui di semesta,” ujar juru bicara CERN Christine Sutton.
Mempelajari partikel ini bisa membuat kita mengetahui bahan pembuat semesta dan cara munculnya, lanjutnya. “Jejak yang muncul kami ukur. Jejak ini diberi warna mewakili energinya. Biru mewakili energi tinggi dan merah lebih rendah,” katanya seperti ditulis Dailymail.
CERN merupakan tempat untuk menangani sejumlah tenaga tak terbayangkan. Saat ilmuwan menggunakan 9.300 magnet untuk menembakkan dua ion super cepat, panas yang dihasilkan mencapai 100.000 kali lebih panas dari matahari.

__THISRES__224092.jpg)











