Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Agustus 2011

mecca

0 komentar

BACAAN MENARIK, ka'bah - Suatu siang, pertengahan April, empat belas tahun silam. Seperti lazimnya siang di Mekkah, terik matahari mencapai 40° celsius. Tapi matahari yang membakar itu sama sekali tak mengusik ribuan manusia dari pelbagai ras, etnis, dan warna kulit. 

Mereka, ribuan manusia berbalut kain putih itu, bergerak bak ombak laut, dengan gerak melingkar membentuk pusaran. Gerak itu terus bergulung, mengitari satu titik bangunan kubus hitam berusia ribuan tahun. Itulah bangunan suci, saksi sejarah para nabi, dan simbol keagungan sang maha pencipta: Ka’bah.

Di antara ribuan manusia tadi, terselip Michael Wolfe, seorang penyair, pengarang , dan produser film mualaf asal California AS. Itu adalah kali kedua dia menunaikan ritual haji ke Mekkah. Saat itu Wolfe sekaligus mendokumentasikan perjalanannya, yang kemudian disiarkan di acara Nightlife milik Stasiun TV ABC.

“Bagi umat Islam, mengunjungi Ka’bah itu seperti pulang ke rumah. Saat Anda ke Mekkah, ada perasaan yang melibatkan hati seorang manusia, seolah-olah Anda sedang kembali,” kata Wolfe.  Menurut dia, Ka’bah sebagai titik sentral ritual Haji saat itu, melambangkan simbol Keesaan Tuhan.

Dengan berjalan mengitari Ka’bah, umat Islam mengekspresikan semangat untuk menempatkan Tuhan di pusat pusaran kehidupannya. Dan siapapun yang berada di depan Ka’bah, kata Wolfe, akan merasakan kedamaian di hatinya.

Apa yang dirasakan oleh Wolfe sepertinya juga dirasakan para peziarah lainnya. Seorang pengusaha media nasional, Mario Alisjahbana, misalnya menulis dalam catatan perjalanan haji di majalah Madina, mengatakan hal serupa. Ia menemukan pengalaman membahagiakan saat melaksanakan ibadah thawaf, sa’i, dan salat di depan Ka’bah.

“Kepasrahan dan kebahagiaan menyelimuti saya, benar-benar membuat saya menjadi sabar dan damai,” kata Mario.

Pengaruh Ka’bah terhadap para jamaah yang tengah melakukan ritual ibadah di sana, memang misterius. Bahkan, tak sedikit di antara para jamaah, yang tanpa sadar berurai air mata ketika melihat Ka’bah.

***

Umat Islam meyakini Ka’bah adalah tempat ibadah pertama yang berdiri di muka bumi. Hal ini terabadikan dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran 96,  “Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk (tempat ibadah) manusia, adalah Baitullah di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”

Sebuah cerita pra-Islam mengatakan Ka’bah didirikan oleh Adam untuk beribadah kepada Allah. Namun, sebuah riwayat hadis dari Ali bin Hussain, mengatakan Ka’bah didirikan  para Malaikat sebelum kehadiran Nabi Adam di muka bumi. Malaikat saat itu diperintahkan membangun Ka’bah seperti bentuk Baitul Makmur, tempat ibadah yang berada di Surga di langit ke-7.

Namun, seiring waktu berjalan, Ka’bah tersapu banjir besar ketika zaman Nabi Nuh. Ka’bah dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail, yang ceritanya terekam dalam Al Qur’an (Surat Al-Hajj : 26). Sejak Nabi Ibrahim, Ka’bah digunakan untuk ibadah Haji.

Setelah itu Ka’bah berkembang menjadi Kota Mekkah diziarahi oleh orang-orang dari berbagai negeri dari jazirah Arab dan Mesir. Oleh karenanya, sepeninggal Nabi Ibrahim, pengelolaan Ka’bah beberapa kali diperebutkan, dan Ka’ba h pun beberapa kali mengalami renovasi dan pengembangan (Baca juga "Ka’bah dari Masa ke Masa").

***

Dari tampilan fisiknya, Ka’bah memang tidak mengadopsi desain dan arsitektur bangunan canggih. Bentuknya sederhana, sesuai namanya (Ka’bah berarti kubus) dengan ukuran panjang-lebar-tinggi: 13,16 m X 11,53 m X 12,03 m. Di dalamnya ada sebuah ruangan berukuran sekitar 10 X 8 meter persegi, dengan dua pilar menjulang ke langit-langit.

Pada masa pra Islam, ruangan ini digunakan menyimpan patung-patung berhala untuk ritual masa itu. Setelah penaklukan kota Mekkah oleh Nabi Muhammad, ratusan patung itu dihancurkan serta gambar-gambar di dinding Ka’bah juga dihapus. Sudut-sudut Ka’bah mengarah ke empat penjuru mata angin, dengan posisi batu Hajar Aswad menempel di sudut timurnya. (Lihat infografik).

Hajar Aswad adalah salah satu elemen penting Ka’bah. Seperti dicontohkan oleh Nabi Muhammad, jamaah haji biasanya mencium batu ini di sela-sela tawaf. Batu ini mulai dipasang di Ka’bah sejak Ibrahim memerintahkan Ismail untuk mencari sebuah batu untuk dipasang di salah satu celah di bangunan Ka’bah.

Namun setelah sekian lama Ismail mencari batu ini, akhirnya Ibrahim mendapatkan batu ini dari Malaikat Jibril. Batu hitam yang berkilau-kilau ini sejak lama mengundang perdebatan. Menurut hadits riwayat At Tirmidzi, batu hitam itu adalah batu yang berasal dari Surga, yang dibawa oleh Nabi Adam ke bumi. Awalnya, kata hadits itu, batu itu berwarna putih. Tapi karena menyerap dosa –dosa manusia di bumi, batu ini berubah warna menjadi hitam.

Sebagian muslim meyakini batu ini adalah batu meteorit berasal dari luar angkasa. Namun, hipotesa ini belum terbukti kebenarannya. Ada pula yang menyebutnya sebagai batu basalt, batu agate (batu akik), atau kaca alami.

Adalah Paul Partsch, seorang kurator koleksi perhiasan Kerajaan Austro-Hungaria, yang pertama kali memperkirakan Hajar Aswad  sebagai batu meteor, pada 1857. Namun, berdasarkan ciri fisiknya, Robert Dietz dan John McHonde menyimpulkan Hajar Aswad sebenarnya adalah batu akik, pada 1974.

Belakangan, seorang pakar sejarah mengatakan Hajar Aswad adalah batu yang bisa mengambang di atas air. Bila benar, berarti Hajar Aswad adalah batu kaca atau batu apung. Pada 1980, Elsebeth Thomsen dari University of Copenhagen menawarkan hipotesis baru.

Menurutnya, Hajar Aswad adalah fragmen kaca yang pecah akibat tumbukan meteor yang jatuh di Wabar, sebuah tempat di gurun Rub’ al Khali, 1000 km di timur Mekkah. Meteor ini diperkirakan jatuh pada 6000 tahun lalu. Namun hipotesis ini pun belum bisa dipastikan kebenarannya.

***

Pada 1977 ilmuwan Mesir Dr Husain Kamaluddin mempublikasikan temuan ilmiahnya bahwa Mekkah adalah pusat bumi. Dibantu pakar Matematika dari Universitas Asyuth, Dr Muhammad Al-Syafi’I ‘Abd Al-Lathif, Husain melakukan penelitian bertahun-tahun melibatkan sekian banyak tabel matematika serta bantuan program komputer.

Penemuan itu ia dapatkan secara tak sengaja. “Awalnya penelitian ini bertujuan menemukan alat yang dapat membantu setiap orang mengetahui dan menentukan arah kiblat,” kata Husain, dikutip dari buku ‘Ka’bah Rahasia Kiblat Dunia’, karangan Muhammad Abdul Hamid Asy-Syarqawi dan Muhammad Raja’l Ath-Thahlawi.

Husain menyiapkan peta berisi gambar benua-benua. Ternyata ia mendapatkan Mekkah berada di tengah-tengah peta dunia. Ia mendapati bahwa tanah di permukaan bumi menyebar dari Mekkah sebagai pusat dengan sangat teratur.

Tak percaya dengan temuannya, ia berkali-kali mengulang percobaannya, bahkan saat ia ujikan kembali dengan peta kuno sebelum terbentuknya Amerika dan Australia. Ternyata hasilnya sama, Mekkah tetap menjadi sentral bumi, termasuk pada awal masa penyebaran dakwah Islam. Tentu saja pembuktian Husain mengundang kontroversi. Ada yang percaya, ada pula yang tak percaya dengan temuannya itu.

Hal lain menarik tentang Ka’bah diungkapkan oleh Agus Mustafa dalam bukunya, Pusaran Energi Ka’bah. Menurut Agus, mengapa doa-doa seorang muslim lebih cepat terkabul ketika ia tengah berada di depan Ka’bah atau Multazam, itu ada penjelasan ilmiahnya.

Agus menyodorkan hukum gaya Lorentz atau juga dikenal dengan aturan tangan kanan. Hukum itu mengatakan bahwa pada konduktor melingkar yang dialiri arus listrik berlawanan arah jarum jam, akan menghasilkan medan magnet yang mengarah ke atas.

Oleh karenanya, kata Agus, ketika lautan tubuh manusia yang mengandung bioelektron mengitari Ka’bah berlawanan arah jarum jam sambil merapalkan kalimat-kalimat talbiyah, maka itu akan melontarkan medan magnet yang demikian besar ke arah langit.

***

Bagi seorang muslim yang taat, tentu saja pembuktian ilmiah terhadap alasan yang melatari ibadah mereka, tak terlalu penting. Benar atau tidak klaim yang mengatakan bahwa Mekkah adalah pusat dari pergerakan bumi, yang jelas Mekkah selalu menjadi magnet bagi muslim di seluruh dunia.

Tokoh muslim pembela hak-hak kulit hitam Amerika Serikat, ElHajj Malik El-Shabazz atau lebih dikenal dengan Malcom X, begitu terpesona dengan semangat persatuan umat yang terjadi selama ibadah haji yang diikuti.
Pengalamannya di sana mengubah pandangan rasisnya selama ini. Kemudian itu diabadikannya dalam sepucuk surat bagi kawannya di Amerika Serikat. “Di sini, ada puluhan ribu peziarah, yang berasal dari seluruh dunia. Mereka berasal dari beragam warna, dari mata biru, pirang, hingga kulit hitam Afrika. Tapi kami semua melakukan ritual sama, memperlihatkan semangat kebersamaan dan persaudaraan, yang selama ini, berdasarkan pengalaman di Amerika, saya kira hal itu tidak pernah ada.”

Selama sebelas hari, Malcolm makan dan minum di piring dan gelas yang sama, tidur di tempat tidur yang sama dan salat kepada Tuhan yang satu. “Saya merasakan ketulusan yang sama dari mereka. Karena keyakinan mereka terhadap Tuhan telah mengenyahkan segala perbedaan dari pikiran mereka."

Islam memang tak membedakan ras, warna, pangkat dan kedudukan. Islam hanya menghargai nilai ketakwaan dari penganutnya. Tak hanya mengajarkan kebersamaan dan persatuan, drama yang terjadi di Ka’bah dan Mekkah, sering menginspirasi atau bahkan mengubah cara pandang dan hidup seseorang.

Dan itu, kerap kali membuat orang meneteskan air mata haru tatkala harus kembali pulang ke negara mereka. Wolfe menggambarkan keharuannya ketika harus meninggalkan Ka’bah dan Mekkah, dengan satu pepatah kuno.
Pepatah itu berbunyi, “Sebelum kamu mengunjunginya, Mekkah akan selalu menanti Anda. Ketika Anda meninggalkannya, Mekkah akan selalu memanggilmu kembali. Selamanya.” 
Read More..

Sabtu, 13 Agustus 2011

Tuntunan Lengkap Semua Rukun Islam

0 komentar
Headline
BACAAN-MENARIK.BLOGSPOT.COM***Buku ini adalah rujukan tuntas yang pas untuk beribadah dengan khusyuk dan puas. Inilah panduan lengkap ibadah buat siapa saja, yang baru belajar ataupun yang sudah pintar.

Keunggulan buku ini membuat tuntunan pengetahuan dan cara pelaksanaan semua ibadah penting. Disusun berdasarkan kitab-kitab terpercaya, dari zaman klasik maupun zaman kemapuan
Selain buku ini lengkap tapi padat, sistematis tapi praktis. Serta dikemas menarik, mudah digunakan, dan sesuai kebutuhan.

Judul Buku: Pintar Ibadah: Tuntunan Lengkap Semua Rukun Islam
ISBN: 9786028075596
Penulis: Moch. Syarif Hidayatullah
Penerbit: Suluk
Terbit: April 2011
Read More..

Kamis, 11 Agustus 2011

Sehat Holistik ala Rasulullah

0 komentar
Headline
Bacaan-menarik.blogspot.com***Tanpa disadari, sesungguhnya manusia sedang bergerak ke arah hidup sehat secara holistik seperti yang pernah dipraktikkan oleh Nabi Muhammad Saw. Itu artinya, pola hidup manusia modern secara alamiah meneladani pola hidup Nabi Muhammad Saw.

Semakin jelaslah bagi kita bahwa Nabi Muhammad Saw memang teladan sempurna dalam semua tingkah laku dan pola serta gaya hidup beliau bisa menjadi 'panduan' bagi manusia modern.

Oleh sebab itu, siapapun yang menginginkan hidup sehata secara holistik (menyeluruh; lahir dan batin), silakan membaca buku ini. Karena buku ini tidak hanya menambah wawasan, tapi juga bisa menjadi nutrisi bagi jiwa(psikis)

Judul Buku: Sehat Holistik ala Rasulullah
ISBN: 9789793862798
Penulis: Dr. H. Briliantono M. Soenarwo, SpOT. FICS, MS.PhD. KH. Muhammad Rush Amin.MA
Penerbit: Al Mawardi
Terbit: April 2011
Read More..

Senin, 08 Agustus 2011

Dilema Muslim Norwegia

0 komentar

Headline

bacaan-menarik.blogspot.com**Insiden penembakan dan bom mengguncang Norwegia pada 22 Juli lalu. Muslim dan imigran Islam Norwegia merasa berduka, namun sekaligus lega.

Ketika Norwegia menghadapi pembantaian terburuknya pada sejarah modern, seorang pria berambut pirang di kerumunan massa yang berduka, tiba-tiba meminta imigran kelahiran Irak, Iman Al Kofi, untuk memeluknya.

Saat itu, Kofi sedang menanti seorang kawannya yang dirawat di rumah sakit karena tiga luka tembakan. Ia baru saja diberitahu bahwa kawannya, yang juga dari Irak, tewas terbunuh akibat tindakan teroris ekstremis ultra-kanan, Anders Behring Breivik.

Kofi dan imigran muslim lainnya sadar, mereka pasti akan diperlakukan amat berbeda jika saja si teroris itu seorang Muslim. “Mereka akan menyalahkan seluruh imigan dan membenci kami,” ujar pemuda berusia 19 tahun itu.

Muslim Norwegia mengaku ikut merasakan sakit hati, akibat tindakan Breivik. Ridak berbeda dengan umat Kristen lainnya. Masyarakat dari berbagai latar belakang berbeda pun sepakat untuk mengutuk aksi Breivik.

Namun, tak bisa disangkal, jika mereka lega pelakunya bukan dari kalangan Muslim. Sadar bahwa gelombang anti-imigran dan sentimen anti-Muslim di Eropa meningkat, mereka tak butuh seorang Muslim utuk jadi pembunuh gila.

“Kami sempat berpikir, Alhamdulillah, pelakunya bukan Muslim,” ujar imigran Muslim asal Aljazair, Mahmoud Tariq. Saat kejadian, ia berada di sebuah masjid di Oslo, yang jendelanya pecah karena bom di tengah kota, menewaskan 8 orang.

Bom meledak beberapa jam, sebelum Breivik menembaki ratusan pemuda yang sedang mengikuti perkemahan musim panas, yang digelar Partai Buruh yang berkuasa. Sebanyak 69 orang tewas dalam penembakan itu.

Seorang imam yang telah lama tinggal di Norwegia, Naheeb Ur Rehman Naz berharap, insiden ini mengubah Norwegia ke arah yang positif. Semua orang akhirnya bersatu, tak pandang bulu. “Semuanya terpengaruh dan terluka,” katanya.

Itikad baik juga ditunjukkan pemerintah Norwegia untuk penduduk Muslimnya. Menteri Luar Negeri Jonas Gahr Store menghadiri seremonial di masjid untuk para korban Breivik.

Meski begitu, warga masih khawatir dengan dampak ke depannya atas tindakan Breivik. Hal ini dikatakan Zohra Abdullah (28), yang khawatir kekerasan ekstremis penyebab ia kabur dari Afghanistan, mengikutinya ke Norwegia.

“Saya ikut lega (Breivik) bukan Muslim. Tapi pada saat bersamaan, ia punya pesan yang menentang Muslim. Ini tak baik,” katanya.

Dalam manifesto sepanjang 1.500 halaman, Breivik menyampaikan pemikirannya yang mendalam mengenai Muslim dan Marxisme yang ditudingnya sebagai penyebab Eropa menjadi multikultur

Pemuda berusia 32 tahun itu kemudian merasa, apa yang dikatakannya sebagai ‘Islamisasi Eropa’ tak bisa dihentikan secara damai. Saat itulah ia mulai merencanakan aksinya, ditujukan untuk pribumi Eropa yang ia anggap pengkhianat karena membiarkan terjadinya multikultur.

Read More..

Senin, 16 Agustus 2010

aneh pria hidup kembali tetapi bukan di tahunnya ??

0 komentar
Bagaimana Jika Bisa Hidup Kembali?

INILAH.COM, Jakarta - Jeff Winston mendapat beberapa kali kesempatan melakukan hal itu. Ia meninggal pada 1988 di usia 43 tahun dan terbangun serta mendapati dirinya berada pada 1963, di usia 18.

Jeff tahu apa yang terjadi di masa yang akan datang. Ia tahu siapa yang akan memenangkan setiap pertandingan olahraga, bahkan tahu bagaimana meraih keuntungan besar di Wall Street.

Satu-satunya hal yang ia tidak ketahui adalah: Mengapa ia yang dipilih untuk mengulang kembali hidupya? Berapa kalikah ia harus jatuh cinta, berapa kali pula ia harus merasakan kehilangan semua yang disayanginya?

Pemenang World Fantasy Award 1988 untuk kategori Novel Terbaik dan diterbitkan dalam 11 bahasa ini, menguraikan berbagai jawaban dalam sebuah lika-liku kisah yang sangat menawan.

Judul Buku: Replay : Bagaimana Jika Kau Bisa Hidup Kembali Berulang-ulang?

ISBN: 9786028801317

Penulis: Ken Grimwood

Penerbit: Ufuk Press

Terbit: Agustus 2010

Tebal: 532 halaman
Read More..

Kamis, 12 Agustus 2010

lailatul qadar??

0 komentar

10 akhir Ramadhan adalah merupakan di antara malam-malam yang penuh dengan keberkatan dan kelebihan yang tertentu. Malam-malam ini adalah merupakan malam yang ditunggu-tunggu oleh seluruh orang mukmin. Bulan Ramadhan, Al Quran dan malam Lailatulqadar mempunyai hubungan yang rapat antara satu sama lain sebagaimana yang diterangkan di dalam kitab Allah dan hadis Rasulullah s.a.w. di antaranya firman Allah s.w.t.

Maksudnya: "Sesungguhnya kami menurunkan Al-Quran pada malam Lailatulqadar dan apakah yang menyebabkan engkau mengerti apa itu Lailatulqadar. Lailatulqadar lebih baik daripada 1000 bulan. Pada malam itu, para malaikat dan Jibril turun dengan keizinan daripada Tuhan mereka untuk setiap urusan. Malam ini sejahtera hingga terbit fajar".

Sebab turun surah al-Qadr

Lailatulqadar mempunyai kelebihan yang begitu besar. Ianya lebih baik dari 1000 bulan yang lain. Sebab diturunkan ayat tersebut diriwayatkan daripada Mujahid dikatakan sebab turun ayat tersebut ialah Nabi s.a.w. telah menyebut tentang seorang lelaki daripada Bani Israel yang telah menggunakan alat senjatanya untuk berperang pada jalan Allah maka orang Islam pun kagum di atas perbuatan itu lalu Allah menurunkan ayat di atas.

Riwayat yang lain pula dari Ali bin Aurah pada satu hari Rasulullah telah menyebut 4 orang Bani Israel yang telah beribadah kepada Allah selama 80 tahun. Mereka sedikitpun tidak derhaka kepada Allah lalu para sahabat kagum dengan perbuatan mereka itu. Jibril datang memberitahu kepada Rasulullah bahawa Allah w.s.t. menurunkan yang lebih baik dari amalan mereka. Jibril pun membaca surah Al Qadar dan Jibril berkata kepada Rasulullah ayat ini lebih baik daripada apa yang engkau kagumkan ini menjadikan Rasulullah s.a.w. dan para sahabat amat gembira.

Daripada ayat di atas dapatlah kita ketahui bagaimana besar kelebihan orang yang beribadah pada malam lailatulqadar. Ianya satu malam menyamai beramal 1000 bulan.

Dalam hadis Rasulullah s.a.w. menyebut

Maksudnya: "Rasulullah bersungguh-sungguh beribadah pada 10 akhir bulan Ramadhan lebih daripada yang lainnya"

Rasulullah s.a.w. melakukan ibadah pada malam itu bukan hanya setakat baginda sahaja tetapi baginda menyuruh ahli keluarga bangun bersama beribadah. Kata Aisyah r.a.

Maksudnya: "Nabi s.a.w. apabila masuk 10 akhir bulan Ramadhan baginda mengikat kainnya. Menghidupkan malam dengan beribadah dan membangunkan keluarganya untuk sama-sama beribadah. Mengikat kainnya bermaksud bersungguh-sungguh mengerjakan ibadah."

Kelebihan Menghayati Malam Lailatulqadar

Kerana mulianya Lailatulqadar, Rasulullah s.a.w. menganjurkan supaya umatnya bersedia menyambut dan menghayati malam yang berkat itu dengan pelbagai jenis amalan dan ibadah yang diterangkan di antaranya hadis yang diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a.

Maksudnya: "Barangsiapa menghayati malam Lailatulqadar dengan mengerjakan sembahyang dan berbagai jenis ibadat yang lain sedang ia beriman dan mengharapkan rahmat Allah taala nescaya ia diampunkan dosanya yang terdahulu.

Rasulullah s.a.w. sendiri menjadi contoh yang baik yang menghayati malam lailatulqadar terutama 10 malam yang akhir daripada bulan Ramadhan dengan beriktikaf di Masjid mengerjakan pelbagai amal ibadah untuk menyambut malam Lailatulqadar yang mulia.

Ini diterangkan di dalam satu hadis diriwayatkan daripada Aishah r.a. Katanya:

Maksudnya: "Biasanya Rasulullah s.a.w. berusaha dengan bersungguh-sungguh memperbanyakan amal ibadah pada 10 malam yang akhir daripada bulan Ramadhan berbanding dengan masa yang lain."

Dalam hadis yang lain Aishah juga meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda bersedialah dengan bersungguh-sungguh untuk menemui malam Lailatulqadar pada malam-malam yang ganjil dalam 10 malam yang akhir daripada bulan Ramadhan.

Malam-malam yang ganjil yang tersebut ialah malam 21, 23, 25, 27 & 29 dari bulan Ramadhan. Dalam pada itu terdapat juga beberapa hadis yang menyatakan bahawa malam Lailatulqadar itu pernah ditemui dalam zaman Rasulullah s.a.w. pada malam 21 Ramadhan. Pernah juga ditemui pada malam 23 Ramadhan. Terdapat juga hadis yang mengatakan bahawa baginda Rasulullah s.a.w. menjawab pertanyaan seorang sahabat yang bertanya mengenai masa Lailatulqadar supaya ianya bersedia dan menghayatinya. Baginda menjelaskan malam Lailatulqadar itu adalah malam 27 Ramadhan. Dari keterangan-keterangan di atas dapatlah kita membuat kesimpulan bahawa malam Lailatulqadar itu berpindah dari satu tahun ke satu tahun yang lain di dalam lingkungan 10 malam yang akhir dari bulan Ramadhan. Yang pastinya bahawa masa berlakunya malam Lailatulqadar itu tetap dirahsiakan oleh Allah s.w.t. supaya setiap umat Islam menghayati 10 malam yang akhir daripada Ramadhan dengan amal ibadat. Kerana dengan cara itulah sahaja mudah-mudahan akan dapat menemuinya dan dapat pula rahmat yang diharapkan yang akan menjadikan seseorang itu hidup bahagia di dunia mahupun di akhirat.

Doa khusus di Malam Lailatulqadar

Doa tersebut diterangkan di dalam hadis berikut

1. Hadis yang diriwayatkan daripada Aishah r.a.

Maksudnya: "Saya pernah bertanya kepada Rasulullah s.a.w. bagimana kiranya saya mengetahui malam Lailatulqadar dengan tepat. Apa yang saya akan doakan pada saat itu. Baginda menjawab berdoalah dengan doa yang berikut"

Maksudnya: "Ya Allah ya Tuhanku sesungguhnya engkau sentiasa memaafkan salah silaf hamba lagi suka memaafkan oleh itu maafkanlah salah silafku. Terdapat juga beberapa doa yang disar ankan oleh para alim ulamak kita melakukannya seperti membaca doa

Orang yang beribadah pada 10 malam yang tersebut akan mendapat rahmat yang dijanjikan dan telah sabit di dalam hadis-hadis yang sahih bahawa malam Lailatulqadar ujud pada salah satu malam yang 10 itu terutama pada malam 21, 23, 25, 27 dan 29. Orang-orang yang tekun beribadah di dalam masa tersebut untuk menemui malam Lailatulqadar akan mendapat rahmat yang dijanjikan itu samada ia dapat menemui atau tidak dan tidak melihat apa-apa kerana yang penting yang tersebut di dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim ialah:

1. Menghayati malam tersebut dengan beribadah.
2. Beriman dengan yakin bahawa malam Lailatulqadar itu adalah benar dan dituntut menghayatinya dengan amal ibadah.
3. Amal ibadah itu dikerjakan kerana Allah semata-mata dengan mengharapkan rahmatnya dan keredaannya.

Adalah diharapkan sebelum daripada kita beramal ibadat di malam Lailatulqadar hendaklah kita bertaubat dengan sebenar-benarnya iaitu taubat nasuha dan terus beristiqamah tetap teguh mengerjakan suruhan Allah dan meninggalkan segala larangannya.

Tanda Malam Lailatulqadar

Para alim ulamak r.h. menyebutkan beberapa tanda atau alamat berhubung dengan malam Lailatulqadar:

- Ada yang berkata orang yang menemui malam Lailatulqadar ia melihat nur yang terang benderang di segenap tempat hingga di segala cerok yang gelap gelita.
- Ada pula yang berkata ia mendengar ucapan salam dan kata-kata yang lain dari Malaikat.
- Ada juga yang berkata ia melihat segala benda termasuk pohon-pohon kayu rebah sujud.
- Ada pula yang berkata doa permohonannya makbul.

Imam Tabari r.h. memilih kaul yang menegaskan bahawa semuanya itu tidak lazim dan tidak semestinya ia dapat melihatnya kerana tidak disyaratkan melihat sesuatu atau mendengarnya untuk menemui malam Lailatulqadar.
Read More..

limpahan pahala di bulan ramadhan ??

0 komentar
Hari demi hari telah kita jalani dalam menempuh bulan yang agung, bulan Ramadhan 1429 H. Andaikan tanggal - tanggal dalam bulan Ramadhan tahun ini adalah jadwal pelaksanaan suatu proyek, maka tentunya kita telah menyilang tanggal-tanggal dari hari-hari yang telah kita lalui sebagai tanda penyelesaian tahap-tahap proyek tersebut. Tapi benarkah kita telah membuat suatu perencanaan proyek di bulan Ramadlan ini? Dan berusaha membuat suatu proyeksi menuju akhirat selama bulan Ramadhan ini?
Dalam hati kita barangkali ada yang bertanya: pertanyaan apa pula ini? Ramadhan kan sudah jelas bulan ibadah yang penuh berkah, siang kita berpuasa, malam kita shalat tarawih, titik! Benar, tapi kalau kita renungkan lebih dalam, bulan yang kata Rasulullah saw. adalah penghulu segala bulan (sayyidus syuhuur) ini bukan sembarang bulan! Maksudnya, kalau kita sukses di bulan ini, kita sukses besar. Sebaliknya, jika kita gagal pada bulan ini, bisa-bisa kita gagal total! Na'udzubillahi mindzalik

Ramadhan: Bulan Berkah
Imam Thabrani meriwayatkan suatu hadits dari sahabat Ubadah bin Shamit r.a. yang menyatakan bahwa suatu hari di bulan Ramadlan Rasulullah saw. bersabda: "Telah datang bulan Ramadhan kepada kalian, bulan barakah yang di dalamnya Allah mendatangi kalian. Maka turunlah rahmat. Dan dihapuskanlah kesalahan-kesalahan. Di bulan itu Allah mengabulkan doa. Di bulan itu Allah melihat (memperhatikan) perlombaan di antara kalian. Dan Allah membanggakan kalian kepada para malaikatNya. Maka perlihatkanlah kepada Allah kebaikan sebab orang yang celaka adalah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di dalamnya ".
Hadits tsb menjelaskan secara jelas bahwa bulan Ramadhan adalah bulan barakah. Allah SWT memberkahi orang-orang mukmin. Makanan & minuman mereka menjadi berkah. Meskipun sedikit, tetapi mengenyangkan & menghilangkan dahaga. Harta & shadaqah mereka pun berkah, yakni ditambah dan diperbanyak oleh Allah SWT. Pendekatan diri mereka kepadaNya pun diberkahi dan amal-amal shalih mereka pun dilipatgandakan hingga 700 kali lipat. Allah SWT memuliakan mereka pada bulan ini lebih dari bulan-bulan lain. Pada bulan ini para hamba Allah merasakan sentuhan ketuhanan dengan turunnya rahmat, yang hanya diperoleh oleh hamba-hambaNya yang berpuasa. Kesalahan-kesalahan mereka dihapus & pada akhir Ramadhan dosa-dosa mereka diampuni. Jadi berkat rahmat Allah Yang Maha Pengampun, bulan Ramadhan menjadi bulan cuci dosa tahunan bagi muslim yg berpuasa. Tentu yg dimaksud adalah dosa-dosa kecil sebagaimana sabda Rasulullah saw. "Ramadhan hingga Ramadhan menjadi penghapus dosa di antara keduanya jika dijauhi dosa-dosa besar".
Pada bulan Ramadhan Allah SWT menjawab doa orang-orang muslim yang berpuasa sejak terbit fajar hingga ia berbuka puasa. Rasulullah saw. bersabda: "Tiga kategori orang yang doa mereka tidak ditolak (oleh Allah SWT), orang yang berpuasa tatkala ia berbuka, Imam yang adil, dan doa orang yang dizhalimi. Allah mengangkat doa itu di atas awan & pint-pintu2 langit dibuka untuknya. Dan Allah Rabbul alamin berfirman: 'Demi Kemuliaan dan KeagunganKu, niscaya aku akan menolongmu meskipun nanti"
Dalam hadits di atas Rasulullah menyebutkan bahwa Allah SWT melihat serta memperhatikan, & tentunya memberikan penilaian perlombaan amal shalih yang kita lakukan: "yanzhurullah ila tanaafusikum fiih". Dalam penggalan hadits ini Allah mendorong kaum muslimin agar berlomba-lomba dalam melaksanakan berbagai ketaatan, seperti shalat-shalat sunnah, dzikir, doa, & melaksanakan umrah. Juga berlomba melaksanakan aktivitas-aktivitas kebajikan seperti memberikan shadaqah untuk fakir miskin & oran-orang2 yang membutuhkan, melaksanakan amar ma'ruf nahi mungkar, serta menyebarkan Islam di tengah-tengah masyarakat dengan jalan mengajarkan & mendakwahkannya. Perlombaan yang disaksikan Allah SWT tersebut berlangsung sepanjang bulan Ramadhan. Dan perlombaan amal shalih ini dibanggakan oleh Allah SWT kepada para malaikat muqarrabin, makhluk Allah penghuni alam yang tinggi yang ketaatannya paten itu (QS. At Tahrim 6). Setiap muslim yang mendengar sabda Rasulullah saw. itu tentu tak mau ketinggalan dalam perlombaan amal shalih tersebut. Dengan itu Allah mengangkat derajatnya di sisiNya, bahkan Allah SWT menyebut nyebut namanya di kalangan masyarakat yang tinggi (almala'u a'la) dan membanggakannya di hadapan para malaikatNya.
Oleh karena itu, Rasulullah dlm hadits di atas mengatakan: "Perlihatkanlah kebaikan kalian kepada Allah". Seakan-akan Rasulullah saw. bersabda kpd kaum muslimin: "Turunlah kalian ke arena perlombaan super akbar ini dengan penampilan paling prima!". Inilah kesempatan kita memecahkan rekor dalam cabang-cabang amal shalih, dalam bidang-bidang ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT, baik yang bersifat ketaatan ritual maupun aktivitas kebajikan di masyarakat. Apalagi cabang yang paling bergengsi di sisi Allah, yakni aktivitas menggusur hukum kufur dan mengembalikan posisi hukum Al Quran dengan mengembalikan Khilafah Islamiyyah. Termasuk yang paling bergengsi pula yaitu melaksanakan kewajiban jihad fi sabilillah memerangi kaum kafir di bulan Ramadhan. Yang terakhir ini seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw dam para sahabatnya yang mulia. Mereka memerangi kaum Kafir Quraisy pertama kali dalam medan perang Badar pada bulan Ramadlan tahun 2 H. Mereka membebaskan kota Makkah dari kedaulatan Quraisy pada tahun 8 H. Mereka menjebol benteng pertahanan terakhir kaum Yahudi di Khaibar pada bulan Ramadhan 6 H. Demikian pula kaum muslimin berikutnya, tak ketinggalan berjihad memerangi kaum kafir meskipun mereka sedang berpuasa menahan lapar dan haus. Pembebasan Andalusia dan pengusiran pasukan Tartar dari negeri Syam merupakan sebagian bukti sejarah kemuliaan dan keperkasaan mereka serta keberkahan aktivitas mereka.

Lipat Ganda Pahala
Salah satu keberkahan bulan Ramadhan adalah dilipatgandakannya pahala amalan shalih seorang muslim. Dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah antara lain disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Siapa saja yang mendekatkan diri kpd Allah dengan perbuatan baik (sunnah/mandub) pada bulan Ramadhan, (ia diganjar pahala) sama seperti menunaikan suatu kewajiban (fardlu) pada bulan yang lain. Siapa saja yang menunaikan kewajiban (fardlu) di bulan Ramadlan , (ia diganjar pahala) sama dengan orang yang mengerjakannya 70 kali kewajiban tersebut di bulan yang lain".
Dari informasi hadits di atas dpt kita duga secara relatif --dan Allah SWT yg Maha Mengetahui dan paling berhak memberikan penilaian dan pahala—nilai2 aktivitas kaum muslimin yang berpuasa di bulan Ramadhan. Puasa Ramadlan sendiri tak ada bandingannya, karena Allah SWT sendiri yang akan menghitung balasannya, sebagaimana disebut dalam sabda Rasulullah saw: "Segala amal kebajikan anak Adam dilipatgandakan pahalanya dengan 10 hingga 700 kali lipat. Allah berfirman: 'kecuali puasa, puasa itu untukKu dan Aku (sendiri) yang akan mem- berikan pahala kepadanya. Dia telah mening- galkan syahwat dan makan minum lantaran Aku'..." (HR. Muslim).
Namun aktivitas-aktivitas lain yang kita lakukan sambil berpuasa perlu kita ketahui dan dugaan relatif kita tentunya adalah untuk memperkuat motivasi kita dalam melakukan amal shalih.
Jika kita melaksanakan shalat fardlu --dan ini harus tentunya-- lima waktu selama sebulan penuh, maka kita insyaallah dipahalai sama dengan melaksanakannya 70 bulan atau kurang lebih 5 tahun sepuluh bulan pada bulan yang lain. Jika kita laksanakan shalat sunnat rawatib (pengiring shalat lima waktu), maka insyaallah kita dihitung sama dengan melaksanakan shalat fardlu tersebut pada bulan yang lain. Jika kita melaksanakan shalat tarawih sebulan penuh, maka kita insyaallah dihitung sama dengan melaksanakan shalat fardlu pada bulan yang lain dengan jumlah rakaat sesuai bilangan rakaat tarawih kita. Shalat-shalat sunnah lainnya pun alangkah baiknya kita kerjakan karena insyaallah status pahalanya sama dengan shalat-shalat fardlu pada bulan-bulan yang lain. Sedangkan sekali melaksanakan shalat fardlu di masjid secara berjamaah, insyaallah dinilai sama dengan 70 kali shalat fardlu sendirian, artinya sama dgn 4900 kali shalat fardlu sendirian di bulan yang lain. Adapun memberikan pesan-pesan taqwa pada mimbar Jumat, insyaallah dinilai sama 70 kali berkhutbah Jumat pada bulan yang lain.
Membayar shadaqah sunnah di bulan Ramadlan, insyaallah mendapatkan pahala membayar zakat di bulan yang lain. Sedangkan membayar zakat di bulan Ramadlan, insyaallah mendapatkan pahala membayar zakat selama 70 thn. Memberikan pinjaman kepada saudara muslim yang membutuhkan, insyaallah mendapatkan pahala membayar kewajiban nafkah di bulan yang lain. Sedangkan membayar utang di bulan Ramadhan kiranya sebagaimana membayar nafkah wajib, insyaallah akan mendapatkan pahala sama dengan 70 kali membayar kewajiban tersebut.
Mengambil keputusan hukum atas perkara-perkara dengan menggunakan hukum Allah SWT & bersikap adil di bulan Ramadlan, insyaallah mendapatkan pahala seperti 70 kali mengambil keputusan dengan cara tersebut di bulan lain. Berdakwah mengajak kaum muslimin meninggalkan hukum kufur dan mengembalikan hukum Al Quran di bulan Ramadhan, insyaallah akan mendapatkan pahala setara dengan melakukan dakwah seperti itu sebanyak 70 kali di bulan yang lain. Sedangkan sikap ikhlas penuh kerendahan hati mengambil keputusan politik untuk kembali kpd hukum Allah di bulan Ramadlan, insyaallah akan mendapatkan pahala sebanyak 70 kali pengambilan keputusan yang luhur itu.
Berjihad memerangi pasukan kafir di bulan Ramadhan, insyaallah akan mendapatkan pahala 70 kali jika dikerjakan pada bulan yang lain. Berpatroli menjaga keamanan pasukan muslimin di bulan Ramadhan, insyaallah dinilai sama dengan 70 kali patroli yang sama di bulan lain. Dan menjaga perbatasan atau menjadi murabithuun (QS. Ali Imran 200) sebulan penuh di bulan Ramadhan, insyaallah mendapat pahala setara dengan menjaga perbatasan selama 70 bulan di bulan yang lain.
Menyuruh seorang muslimah berjilbab pada saat pergi ke luar rumah pada bulan Ramadlan insyaallah mendapatkan pahala seperti menyuruhnya 70 kali pada bulan yang lain. Melarang seorang pemuda minum khamr, minum ecstasy, dan mengisap ganja di bulan Ramadhan, insyaallah mendapatkan pahala melarangnya 70 kali di bulan yang lain. Sedangkan menutup pabrik-pabrik barang-barang terlarang tersebut serta menutup jalur-jalur peredarannya dengan tanda-tanda penguasa, insyaallah mendapatkan pahala yang jauh lebih besar. Orang yang menasehati penguasa agar lurus dengan perintah Allah SWT, dan melarang mereka mengingkari ketetapan Allah SWT di bulan Ramadhan, insyaallah akan mendapatkan pahala setara dengan kalau ia lakukan 70 kali di bulan yang lain. Adapun kalau ia dibunuh penguasa pada bulan Ramadlan lantaran tindakan luhurnya itu, insyaallah bagaikan ia mati syahid 70 kali. Bertafaquh fiddin menuntut ilmu-ilmu Islam selama seminggu di bulan Ramadlan, insyaallah mendapat pahala setara dengan menuntutnya selama 70 minggu di bulan yang lain. Mempelajari dan meneliti sains dan teknologi selama sebulan di bulan Ramadhan, insyaallah dipahalai seperti mempelajari dan menelitinya selama 70 bulan di bulan yang lain.
Pendek kata, pada bulan ini kaum muslimin panen pahala secara besar-besaran. Lebih-lebih pada malam kemuliaan (lailatul qadar), yang nilainya melebihi seribu bulan.

Teliti Sebelum Beramal
Kalau dlm hadits di atas Rasulullah saw. menyuruh kaum muslimin agar menampilkan kebaikan mereka kpd Allah SWT di bulan Ramadlan ini, arti sebaliknya (mafhum mukhalafah) adalah beliau saw. melarang kita menampilkan keburukan-keburukan kita di bulan Ramadhan. Jika dalam bulan Ramadlan Allah SWT melipatgandakan pahala perbuatan baik kita, maka dapat kita mengerti kalau Allah akan menghukum berat pula siapa saja yang melakukan kemaksiatan di bulan Ramadlan. Jika Rasulullah saw. menghukum seseorang yang bergaul dengan istrinya di siang hari bulan Ramadhan dengan alternative-alternatif yang berat, yaitu: melaksanakan puasa berturut-turut 2 bulan, atau membebaskan budak, atau memberikan makan kepada 60 orang fakir miskin; bagaimana pula hukuman untuk yang berzina di siang seperti itu? Bahkan untuk orang yang sengaja tidak berpuasa di bulan Ramadhan, tanpa alasan untuk mendapatkan rukhshah, Rasulullah saw. dengan tegas mengancam yang bersangkutan dengan predikat kafir dan puasa yang ditinggalkannya itu tak pernah dapat dilunasinya!
Imam Bukhari meriwayatkan hadits Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Siapa saja yang berbuka suatu hari di bulan Ramadlan tanpa udzur dan tidak sakit, niscaya puasa yang ditinggalkannya itu tak dapat dilunasinya (qadla) dengan puasa sepanjang masa, sekalipun ia (sanggup) melakukannya". Dengan demikian, sebagai hamba Allah SWT yang yakin bahwa kita ini milikNya dan akan kembali pulang kepadaNya, maka hendaknya kita selalu meneliti perbuatan yang akan kita amalkan. Apakah itu bernilai positif, nol, atau negatif di sisi Allah SWT. Jika kita ketemu perbuatan yang sama-sama positif, mana yang lebih besar nilainya di sisi Allah SWT, itu yang kita prioritaskan. Dengan ketelitian itu kita akan dapat mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya berupa pahala sebanyak-banyaknya dan kemuliaan dari Allah yang setinggi-tingginya. Insyaallah!.

Read More..

salah satu pahala besardi bulan ramadhan !!

0 komentar
Amalan (Shalat Sunnah Terawih) Yang Sangat Besar fahalanya Di Bulan Puasa

Menurut Ali bin Abu Thalib ra yang pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang ibadah salat tarawih di bulan puasa, Allah menjanjikan……

malam
ke….
1 — Allah menghapuskan dosa anda,seperti anda baru lahir dari perut sang ibu
2 — Allah menghapuskan dosa anda,dan dosa kedua orang tua anda, bila mereka mukmin
3 — Malaikat dari Arsy mohon kepada Allah agar diterima ibadah anda serta dihapuskan dosa-dosa anda yang telah lewat
4 — Diberikan pahala kepada anda sebagaimana pahala orang-orang yang telah menbaca Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran
5 — Diberikan pahala kepada anda sebagaimana pahala orang yang menjalankan salat di Masjidil-Haram Mekah,Masjid Nabawi Medinah, serta Masjidil-Aqsha Jerusalem
6 — Diberikan pahala kepada anda sebagaimana pahala mereka yang tawaf di Baitulmakmur, serta seluruh batu dan bata pada bangunan itu memintakan ampunan atas dosa-dosa anda
7 — Diberikan pahala kepada anda sebagaimana pahala orang yang ikut Nabi Musa as melawan Fir’aun dan Haman
8 — Diberikan pahala kepada anda seperti yang Allah berikan kepada Nabi Ibrahim as
9 — Akan diberikan pahala kepada anda sesuai dengan ibadah seorang nabi
10 — Allah akan memberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat

11 — Akan dihapuskan dosa anda bila anda meninggal, seperti anda baru keluar dari perut ibu
12 — Pada hari kiamat, anda akan bangkit dengan muka cemerlang seperti bulan
13 — Pada hari kiamat, anda akan bebas dari ketakutan yang membuat manusia sedih
14 — Para malaikat memberikan kesaksian salat tarawih anda dan Allah tidak menghisab anda lagi
15 — Anda akan memerima selawat dari para malaikat, termasuk malaikat penjaga Arsy dan Kursi
16 — Anda akan mendapat tulisan “selamat” dari Allah, anda bebas masuk surga dan lepas dari api neraka
17 — Allah akan memberi pahala kepada anda sesuai pahala para nabi
18 — Malaikat akan memohon kepada Allah agar anda dan orang tua anda selalu mendapat restu
19 — Allah akan mengangkat derajat anda ke Firdaus (surga yang tinggi)
20 — Diberikan pahala kepada anda sesuai pahala para syuhada dan salihin

21 — Allah akan membuatkan sebuah bangunan dari cahaya untuk anda di surga
22 — Anda akan merasa aman dan bahagia pada hari kiamat karena anda terhindar dari rasa takut yang amat sangat
23 — Allah akan membuatkan sebuah kota untuk anda di dalam surga
24 — Allah akan mengabulkan 24 permohonan anda selagi anda masih hidup di dunia
25 — Anda akan bebas dari siksa kubur
26 — Allah akan mengangkat derajat amal kebaikan anda sebagaimana derajat amal kebaikan anda selama 40 tahun
27 — Anda akan secepat kilat bila melewati Siratalmustaqim nanti
28 — Akan dinaikkan derajat anda 1.000 kali oleh Allah di dalam surga kelak
29 — Allah akan memberi pahala kepada anda seperti anda menjalani ibadah haji 1.000 kali yang diterima Allah (haji mabrur)
30 — Allah menyuruh kepada anda untuk memakan sebuah buah di surga, minum air kausar, mandi air salsabil (air surga) karena Allah Tuhan anda dan anda hamba Allah yang setia

[M. Bagir Syech Shahab]
lembaran majalah alkisah

risalah sederhana oleh Drs. HM Yusuf Sholeh, M.Pd
ahlussunnawaljamaah.wordpress


Etika Shalat Terawih

Dari Aisyah bahwa Rasulullah s.a.w. pada suatu malam (di bulan Ramadhan) mendirikan sholat, lalu datang orang-orang pada berikutnya (ingin sholat bersama beliau). Kemudian datanglah malah ketiga atau keempat dan orang-orang pun sudah berdatangan, namun beliau tidak keluar. Saat pagi datang beliau bersabda:”Aku telah melihat yang kalian lakukan, dan aku tidak keluar karena aku takut sholat itu nantinya diwajibkan kepada kalian”. (H.R. Muslim).

Dari Abdurrahman bin al-Qari berkata” suatu malam di bulan Ramadhan aku berjalan bersama Umar bin Khattab melihat-lihat masjid, lalu beliau melihat orang-orang berbeda-beda dalam mendirikan sholat (sunnah), sebagian sholat sendiri, sebagian sholat bersama kelompok kecil. Lalu Umar berkata: “Aku melihat seandainya mereka dikumpulkan di belakang satu qari (pembaca Qur’an) tentu lebih baik. Lalu beliau menganjurkan agar semua sholat di belakang Ubay bin Ka’ab. Kemudian aku keluar bersama Umar pada malam lain dan orang-orang sudah sholat berjamaah di belakang imam satu, lalu Umar berkata:”Inilah sebaik-baik bid’ah, dan sholat yang mereka tinggalkan untuk tidur tetap lebih baik dibandingkan dengan sholat yang mereka dirikan” (maksudnya sholat malam di akhir malam lebih utama dibandingkan dengan sholat di awal waktunya). R. Bukhari dan Muslim.

Hadist di atas merupakan salah satu dalil sholat tarawih. Tarawih merupakan kata plural dari raahah yang artinya istirahat. Konon disebut sholat tarawih karena pada saat umat Islam melaksanakan sholat tersebut secara berjamaah, mereka malakukan istirahat setiap dua kali salam. Sholat tarawih hukumnya sunnah muakkadah pada malam bulan suci Ramadhan.

Ibnu hajar menjelaskan, hadist-hadist sahih di atas tidak menjelaskan jumlah rakaat sholat tarawih, yakni berapa rakaat sholat tarawih berjamaah yang diimami Ubay bin Ka’ab? Riwayat berbeda-beda tentang itu. Imam Malik dalam Muwatta’ meriwayatkan 11 rakaat. Riwayat lain mengatakan setiap rakaat membaca 200 ayat sehingga para sahabat ada yang berpegangan tongkat karena panjangnya sholat. Riwayat Muhamad Yusuf mengatakan 13 rakaat. Riwayat Saib bib Yazid mengatakan 20 rakaat. Riwayat lain dari Abu Yusuf mengarakan 21 rakaat. Yazin bin Ruman mengatakan:” Orang-orang mendirikan sholat pada zaman Umar sebanyak 23 rakaat. Riwayat Dawud bin Qais mengatakan: Aku melihat orang-orang pada masa Aban dan Utsman dan Umar bin Adbul Aziz melaksanakan sholat tarawih sebanyak 36 rakaat dan melakukan witir 3 rakaat. Inilah yang menjadi salah satu pendapat imam Malik. Riwayat dari Syafi’I mengatakan:” Aku melihat orang-orang sholat Tarawih di Madina sebanyak 39 rakaat dan di Makkah 23 rakaat. Tirmidzi mengatakan bahwa riayat paling banyak tentang rakaat tarawih adalah 41 rakaat termasuk witir.

Pendapat Empat Madzhab:

Madzhab Maliki, Syafi’I dan Hanbali melaksanakan shoalt Tarawih dengan 20 rakaat. Imam Nawawi dalam al-Majmu’ menjelaskan bahwa landasan yang digunakan adalah riwayat sahih dari Saib bin Yazid yang mengatakan bahwa sholat Tarawih pada zaman Umar r.a. dilaksanakan 20 rakaat. Madzhab Maliki melaksanakan sebanyak 39 rakaat sesuai riwayat ahli Madinah. Sebagaimana diketahui madzhab Maliki menganggap tindakan ahli Madinah merupakan dalil yang bisa dijadikan landasan.

Pelaksanaan sholat tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi saat ini tetap mengacu kepada pendapat madzhab resmi pemerintah Saudi Arabia, yaitu Hanbali dengan pelaksanaan sebanyak 20 rakaat. Namun pada malam ke-20 Ramadhan hingga akhir bulan, di kedua masjid agung tersebut juga dilaksanakan sholat qiyamullail sebanyak 10 rakaat dimulai sekitar pukul 12 malam hingga menjelang sahur. Pelaksanaan sholat qiyamullail ini tidak jauh berbeda dengan tarawih, hanya ayat yang dibaca lebih panjang sehingga masa sholat juga lebih lama.

Mengacu pada Sholat Malam Rasulullah

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa pelaksanaan sholat tarawih adalah mengacu pada sholat malam Rasulullah. Pendapat ini diikuti beberapa ulamamutaakhiriin. Jumlah rakaat shalat malam yang dilakukan Rasulullah adalah sebagai berikut :

1. 11 rakaat terdiri dari 4 rokaat x 2 + 3 rakaat witir. Ini sesuai dengan hadist A’isyah yang diriwayatkan Bukhari.
2. 11 rakaat terdiri dari 4 rokaat x 2 + 2 rakaat witir + 1 witir. Ini sesuai dengan hadist Ai’syah riwayat Muslim.
3. 11 rakaat terdiri dari 2 rokaat x 4 & 2 rakaat witir + 1 witir. Ini juga diriwayatkan oleh Muslim.
4. Ada juga riwayat Ibnu Hibban yang mengatakan 8 rakaat + witir.
5. Ada juga riwayat yang mengatakan 13 rakaat termasuk witir.

Itulah riwayat dan pendapat seputar rakaat sholat Tarawih. Ini masalah furu’iyah yang sudah lama dikaji oleh para ulama terdahulu. Mau melakukan yang mana, silahkan memilih sesuai keyakinan masing-masing. Tidak masanya lagi kita mempermasalahkan berapa rakaat sholat tarawih yang sebaiknya kita laksanakan. Semuanya pendapat ada dalilnya. Yang terpenting adalah kualitas ibadah kita dan niat baik memeriahkan bulan Ramadhan. Allah Maha Bijaksana dalam menilai ibadah kita masing-masing

Semoga bermanfaat. Wallaahu a’lam bissowab

Read More..
 
Copyright 2011 @ Bacaan Menarik!
Design by Wordpress Manual | Bloggerized by Free Blogger Template and Blog Teacher | Powered by Blogger