Kamis, 12 Agustus 2010

kalimantan penuh dengan spesies baru !!

Phobaeticus chani, serangga terpanjang di dunia. (Foto: CNN)

WASHINGTON - Badan konservasi alam dunia World Wide Fund for Nature (WWF) mengumumkan beberapa spesies baru yang mereka temukan di Kalimantan.

Kodok yang bisa berubah warna, serangga terpanjang di dunia, dan siput unik, merupakan sedikit contoh dari kekayaan biologis yang ditemukan para ilmuwan di 'Jantung Borneo', atau tepatnya wilayah hutan hujan tropis perbatasan tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Sejak tiga negara tersebut menandatangani kesepakatan pelestarian alam di Jantung Borneo pada 2007, tercatat ada 123 spesies baru yang ditemukan di wilayah itu. Spesies baru tersebut termasuk diantaranya jenis hewan, serangga dan tumbuhan.

WWF mengumumkan daftar spesies baru tersebut pekan ini dalam rangka memperingati Hari Bumi dan untuk meningkatkan kepedulian akan pentingnya melestarikan wilayah yang memiliki kekayaan berupa keanekaragaman hayati.

"Wilayah ini memiliki banyak spesies unik yang sangat menarik dibahas. Namun yang lebih penting lagi untuk diingat adalah melestarikan spesies tersebut agar tidak punah di masa depan," kata Direktur kampanye lingkungan hidup WWF, David Norman seperti dikutip dari CNN, Jumat (23/4/2010).

Jumlah spesies baru yang ditemukan di Kalimantan dalam tiga tahun terakhir, jumlahnya melebihi semua gabungan kategori spesies. Spesies tersebut adalah 67 jenis tanaman baru, 29 hewan invertebrata, 17 jenis ikan baru, satu jenis burung, lima hewan amphibi dan lima reptil. WWF menggambarkan wilayah tersebut sebagai 'harta karun' spesies unik dan langka.

Diantara temuan-temuan tersebut, yang paling menarik adalah kodok berkepala pipih sepanjang tujuh sentimeter yang memiliki nama ilmiah Barbourula kalimantanensis. Kodok ini bisa berganti-ganti warna, dan sepenuhnya bernapas melalui kulit, bukan paru-paru.

Selain itu ada pula serangga terpanjang di dunia, Phobaeticus chani. Warga Kalimantan Tengah biasa menyebut serangga berukuran panjang tujuh hingga sepuluh sentimeter itu, belalang bilah kayu.

Ditemukan juga siput ekor panjang berwarna kuning, Lbycus rachelae, yang memiliki 'panah cinta' terbuat dari kalsium karbonat untuk menembus dan menyuntik hormon lawan jenisnya saat akan bereproduksi.

Data resmi WWF yang bermarkas di Malaysia menyebutkan, di kawasan Jantung Borneo yang sebagian besar wilayahnya ada di Indonesia, setiap bulannya rata-rata ditemukan tiga spesies. Jantung Borneo menjadi rumah bagi 10 jenis spesies primata, 350 burung, 150 reptil dan amfibi, serta 10.000 jenis tanaman.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2011 @ Bacaan Menarik!
Design by Wordpress Manual | Bloggerized by Free Blogger Template and Blog Teacher | Powered by Blogger