Minggu, 15 Agustus 2010

Cahaya Aurora akibat tsunami matahari


(space.com)

INILAH.COM, Jakarta – Pengamat langit yang meneliti Aurora beruntung bisa melihatnya lagi pada Senin malam. Cahaya Aurora akibat tsunami matahari itu terlihat benar-benar menakjubkan.

“Aku melihat Aurora itu setelah matahari terbenam dan aku terus mengawasi struktur dan perubahan warnanya benar-benar menakjubkan,” kata Gunjan Sinha dari Saskatchewan, Kanada pada SPACE.com.

“Tak pernah bosan-bosannya aku menonton aurora yang menari-nari dengan warna hijau cerah kadang biru dan dicampur dengan cahaya merah.”

Ledakan Solor atau coronal mass ejection ini adalah letusan plasma dan atom yang terionisasi ke ruang angkasa. Saat atom mencapai bumi, aliran partikel matahari melewati medan magnet planet ke arah kutub.

Dalam prosesnya, partikel bermuatan itu bertumbukan dengan atom nitrogen dan oksigen di atmosfer dan menciptakan cahaya Aurora mengesankan selama prosesnya.

Foto ultraviolent ekstrim dirilis oleh Solar Dynamics Observatory NASA menunjukkan matahari mengalami ledakan-ledakan.

SDO yang diluncurkan pada bulan Februari menangkap gambar definisi tinggi matahari di berbagai panjang gelombang.

Biasanya, siklus matahari berlangsung sekitar 11 tahun dan membutuhkan kira-kira 5,5 tahun untuk berpindah dari aktifitas minimum hingga aktifitas maksimum di mana aktivitas matahari semakin kuat. [ito]

Aktifitas maksimum matahari terakhir terjadi pada 2001. Aktifitas minimum terbaru matahari lemah dan bertahan lama. Letusan surya terbaru merupakan salah satu tanda pertama bahwa matahari sedang menuju aktifitas maksimumnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2011 @ Bacaan Menarik!
Design by Wordpress Manual | Bloggerized by Free Blogger Template and Blog Teacher | Powered by Blogger